Proyeksi harga emas 2026, analisis dan dampaknya

Proyeksi Harga Emas Pekan Usai Lebaran 2026: Menguat atau Melemah?

Jakarta – Harga emas diperkirakan akan mengalami pelemahan pada pekan setelah Lebaran 2026, dengan kemungkinan berada di bawah Rp3 juta per gram. Hal ini disebabkan oleh penguatan dolar AS dan eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Menurut pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, harga emas dunia pada hari Sabtu lalu ditutup dengan penurunan pada level US$4.497,37. Penurunan harga emas ini berimbas pada harga logam mulia di dalam negeri yang kini terpantau di angka Rp2,89 juta per gram.

Peluang dan Resisten Harga Emas

Ibrahim menjelaskan bahwa jika terjadi koreksi kembali, kemungkinan support kedua berada di level US$4.319, dengan harga logam mulia di dalam negeri mencapai Rp2,8 juta per gram. Namun, masih ada harapan bagi penguatan harga emas. Jika harga emas dunia naik, resisten pertama berada di US$4.559,86, yang dapat mendorong harga logam mulia menjadi Rp2,92 juta per gram. Sementara itu, resisten kedua di level US$4.681,50 berpotensi menjadikan harga logam mulia mencapai Rp2,98 juta per gram.

“Minggu depan, ada kemungkinan besar harga logam mulia akan di bawah Rp3 juta, dengan prediksi terendah di Rp2,98 juta per gram. Saya tetap optimis bahwa harga emas dunia dan logam mulia ini akan kembali menguat, kita hanya perlu menunggu momen yang tepat,” ujar Ibrahim.

Penyebab Pelemahan Harga Emas

Pelemahan harga emas dunia saat ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang kembali menjadi aset safe haven utama di tengah ketidakpastian situasi global. Kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah jenis Brent, yang diprediksikan bergerak di kisaran Rp110.000 hingga Rp116.000, juga turut berkontribusi terhadap inflasi global dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Di samping itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, semakin memperkuat posisi dolar dan menekan harga emas. Investor cenderung beralih ke dolar AS di tengah konflik yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat, serta Israel.

Dampak Terhadap Pasar Emas Indonesia

Meskipun harga emas dunia mengalami penurunan, pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan akan menahan penurunan harga logam mulia di Indonesia. Ibrahim menjelaskan bahwa kondisi ini akan membuat harga logam mulia di dalam negeri cenderung stabil, dengan potensi untuk kembali menuju level Rp3 juta per gram.

“Mata uang rupiah tetap akan mengalami pelemahan, sehingga hal ini akan menahan penurunan harga logam mulia lokal. Koreksi harga emas saat ini bersifat sementara dan memiliki peluang untuk kembali menguat di masa mendatang,” tambah Ibrahim.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, harga emas pekan setelah Lebaran 2026 diperkirakan akan mengalami pelemahan, namun masih tersedia peluang untuk penguatan di masa yang akan datang. Investor di Indonesia perlu memantau perkembangan situasi global dan pergerakan nilai tukar rupiah untuk mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi di logam mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *