Harga Emas Antam di Pegadaian 21 April 2026 Turun Rp46.000

Jakarta – Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Selasa, 21 April 2026, mengalami penurunan sebesar Rp46.000 dibandingkan dengan harga kemarin. Hal ini menjadikan harga jual emas Antam ukuran 1 gram menjadi Rp2.954.000, sementara harga buyback tercatat pada Rp2.678.000.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman resmi Pegadaian, harga emas untuk ukuran lebih kecil, yaitu 0,5 gram, dijual seharga Rp1.529.000 dengan harga buyback Rp1.339.000. Sedangkan untuk ukuran 2 gram, harga jualnya mencapai Rp5.845.000, dan buyback berada di level Rp5.357.000.

Emas Antam ukuran menengah, yaitu 5 gram, dijual seharga Rp14.534.000 dengan buyback Rp13.394.000. Untuk yang lebih besar, emas 10 gram dibanderol dengan harga Rp29.011.000, sementara harga buyback tercatat Rp26.788.000.

Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini

Harga jual emas Antam dengan ukuran yang lebih besar juga menunjukkan pergerakan sejalan. Emas 50 gram dijual seharga Rp144.711.000, dengan harga buyback Rp133.288.000. Sementara untuk ukuran 100 gram, harga jualnya mencapai Rp289.341.000 dan buyback Rp269.111.000.

Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar yaitu 250 gram hingga 1.000 gram, saat ini tidak tersedia di Pegadaian.

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 21 April 2026

  • 0,5 gram: Harga Jual Rp1.529.000 | Harga Buyback Rp1.339.000
  • 1 gram: Harga Jual Rp2.954.000 | Harga Buyback Rp2.678.000
  • 2 gram: Harga Jual Rp5.845.000 | Harga Buyback Rp5.357.000
  • 3 gram: Harga Jual Rp8.742.000 | Harga Buyback Rp8.036.000
  • 5 gram: Harga Jual Rp14.534.000 | Harga Buyback Rp13.394.000
  • 10 gram: Harga Jual Rp29.011.000 | Harga Buyback Rp26.788.000
  • 25 gram: Harga Jual Rp72.397.000 | Harga Buyback Rp66.644.000
  • 50 gram: Harga Jual Rp144.711.000 | Harga Buyback Rp133.288.000
  • 100 gram: Harga Jual Rp289.341.000 | Harga Buyback Rp266.576.000

Dengan fluktuasi harga emas yang terus berlanjut, penting bagi para investor dan masyarakat untuk memantau harga tersebut. Perubahan harga emas dapat memberikan dampak signifikan pada keputusan investasi serta tabungan masyarakat. Melihat tren saat ini, investor disarankan untuk mempertimbangkan waktu yang tepat sebelum melakukan transaksi emas.

Secara keseluruhan, meskipun harga emas Antam hari ini menunjukkan penurunan, potensi investasi di sektor ini tetap menarik untuk diperhatikan. Dengan demikian, selalu perbarui informasi harga emas untuk mendapatkan keputusan yang lebih bijak dalam berinvestasi.

Harga Buyback Emas Antam Naik 11,82% per 14 April 2026

Jakarta – Harga buyback emas yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,82% dalam periode berjalan hingga hari ini, Selasa, 14 April 2026. Kenaikan ini mendorong harga buyback menjadi Rp2.639.000 per gram, naik Rp54.000 dari harga sebelumnya.

Kenaikan Harga Buyback Emas Antam

Menurut data yang dirilis oleh Logam Mulia pada 14 April 2026, harga buyback emas ini masih jauh dari rekor tertingginya sebesar Rp2.989.000 yang dicapai pada akhir Januari 2026. Meskipun demikian, pencapaian ini menunjukkan tren positif bagi investor emas di Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Apa Itu Buyback Emas?

Buyback emas adalah transaksi di mana konsumen menjual kembali emas mereka, baik dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan ke Antam. Umumnya, harga yang ditawarkan dalam buyback lebih rendah dibandingkan dengan harga jual emas. Namun, dalam situasi tertentu, perbedaan harga ini dapat memberikan keuntungan bagi penjual.

Regulasi Pajak terkait Buyback Emas

Sebagaimana diatur dalam PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP. Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback, sehingga penting bagi penjual untuk mempertimbangkan pajak ini dalam perhitungan keuntungan.

Tren Harga Emas Global dan Dampaknya

Pergerakan harga buyback emas Antam juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, sebelumnya menyebutkan bahwa kondisi global yang volatile saat ini menciptakan peluang bagi harga emas untuk melonjak. Dalam analisisnya, ia memprediksi bahwa harga emas dunia bisa menembus level US$5.138 per troy ons, yang dapat mendongkrak harga emas dalam negeri hingga mencapai Rp3,1 juta per gram.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Ketegangan Geopolitik: Keterlibatan negara-negara besar dalam konflik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
  • Kebijakan Moneter AS: Kebijakan yang lebih akomodatif dari bank sentral AS di bawah pemerintahan Donald Trump membuka peluang bagi penurunan suku bunga, yang berpotensi mendongkrak harga emas.
  • Kenaikan Harga Minyak: Jika terjadi konflik terbuka di kawasan Selat Hormuz, harga minyak diprediksi akan melonjak, yang dapat memicu inflasi global.

Kesimpulan

Kenaikan harga buyback emas Antam yang mencapai 11,82% menunjukkan sentimen positif di kalangan investor emas. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan meningkatnya ketegangan geopolitik, emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset pelindung nilai. Bagi investor di Indonesia, ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan investasi dalam emas sebagai langkah mitigasi terhadap risiko ekonomi yang mungkin muncul di masa depan.

Pembeli Emas Antam Masih Menunggu Kenaikan Harga Jelang Lebaran 2026

JAKARTA – Jelang Lebaran 2026, para pembeli emas dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) masih merasakan kekecewaan akibat belum adanya potensi keuntungan yang signifikan dari investasi mereka. Harga buyback emas Antam yang menjadi acuan untuk pembelian kembali belum mencetak rekor tertinggi sepanjang waktu (all time high) baru, padahal biasanya menjelang hari raya umat Muslim ini, permintaan akan emas meningkat pesat.

Pertumbuhan Harga Emas Antam

Sejak awal tahun 2026, harga emas Antam mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Meskipun ada beberapa momen di mana harga sempat naik, namun secara keseluruhan tidak menunjukkan tren yang menggembirakan. Data terbaru menunjukkan bahwa harga buyback emas Antam saat ini berada di angka yang sama dengan beberapa bulan terakhir, yang membuat para investor dan pembeli merasa frustrasi.

Apa yang Mempengaruhi Harga Emas?

Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas antara lain:

  • Permintaan Pasar: Menjelang Lebaran, permintaan emas biasanya meningkat, namun kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih akibat dampak pandemi mempengaruhi daya beli masyarakat.
  • Nilai Tukar Rupiah: Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan penting dalam menentukan harga emas domestik. Ketika rupiah melemah, harga emas cenderung naik.
  • Tren Global: Harga emas global yang dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter di negara-negara besar turut memengaruhi harga emas di Indonesia.

Dampak bagi Pembeli Emas

Bagi para pembeli emas Antam, situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang mengharapkan harga emas bisa kembali meningkat menjelang Lebaran, mengingat tradisi memberikan emas sebagai hadiah saat lebaran masih kuat di masyarakat. Namun, dengan kondisi saat ini, harapan tersebut tampaknya harus ditunda.

Para investor yang membeli emas dengan harapan mendapatkan capital gain juga merasakan dampak dari stagnasi harga ini. Beberapa di antara mereka mulai mempertimbangkan untuk menjual emas yang mereka miliki, meskipun dengan kerugian, karena tidak ada kepastian kapan harga akan kembali naik.

Kesimpulan

Sebelum Lebaran 2026, pembeli emas Antam masih menanti kepastian mengenai kenaikan harga. Walaupun ada harapan akan peningkatan permintaan menjelang hari raya, faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi harga emas membuat situasi ini menjadi lebih kompleks. Untuk para pembeli, penting untuk memantau perkembangan harga dan kondisi perekonomian agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi di emas.