Tidak Ada Pertandingan Ashes 2027 di Utara Inggris

Pertandingan 2027 tidak akan berlangsung di utara , termasuk di Headingley dan Old Trafford, yang terkenal dengan sejarahnya dalam rivalitas tertua ini. Ini menjadi berita penting bagi penggemar kriket, mengingat kedua tempat tersebut telah menyaksikan banyak momen bersejarah dalam pertandingan Ashes sebelumnya.

Dalam sejarahnya, Headingley di Leeds dan Old Trafford di Manchester telah menjadi lokasi pertarungan dramatis yang sangat dikenang. Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika Don Bradman, dianggap sebagai pemukul terbaik dalam sejarah kriket, mencetak dua triple century di Headingley pada tahun 1930-an. Ian Botham, pahlawan Inggris, juga mencetak berbagai prestasi luar biasa di kedua lapangan tersebut selama seri Ashes 1981.

Keputusan untuk tidak menyertakan kedua venue dalam jadwal Ashes 2027 telah menuai kritik, termasuk dari Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai walikota Greater Manchester. Pengumuman ini dilakukan pada tahun 2023 dan telah dipastikan oleh Dewan Kriket Inggris dan Wales pada Kamis lalu, yang menyebutkan bahwa semua lima pertandingan Ashes tahun depan akan terbatas pada wilayah Midlands dan selatan Inggris.

Rose Bowl di Hampshire, yang terletak dekat Southampton, akan menjadi tuan rumah pertandingan Ashes pertama kalinya pada 21 Juli, sebagai pertandingan keempat dalam seri tersebut. Dengan ini, Rose Bowl akan menjadi lapangan kesepuluh di Inggris Raya yang menggelar pertandingan Ashes untuk pria. Sebelumnya, Lord’s juga baru-baru ini menjadi tuan rumah pertandingan Test wanita pertamanya, di mana India mengalahkan Inggris.

Seri Ashes 2027 akan dimulai di Trent Bridge, Nottingham pada 18 Juni, diikuti oleh pertandingan kedua di Lord’s yang dijadwalkan pada 30 Juni, dan pertandingan ketiga di Edgbaston, Birmingham pada 8 Juli. Pertandingan terakhir akan berlangsung di Oval, London selatan, dari 29 Juli hingga 2 Agustus. Old Trafford dan Headingley dijadwalkan akan kembali menyelenggarakan pertandingan Ashes pada tahun 2031 mendatang.

Australia berhasil meraih kemenangan 4-1 di tanah mereka selama Ashes 2025-26. Seri Ashes terakhir di Inggris berakhir imbang 2-2 pada tahun 2023, sementara kemenangan terakhir Inggris dalam seri Ashes adalah 3-2 pada tahun 2015. Selain itu, Inggris juga akan memainkan satu pertandingan Test melawan Bangladesh di Lord’s pada 28 Mei. Final Kejuaraan Test Dunia 2027 akan diadakan di Oval mulai 9 Juni, ini merupakan kali kedua venue tersebut menjadi tuan rumah pertandingan final tersebut.

Mercedes Siap Dominasi F1 2026 Usai Podium 1-2 di GP Australia

Jakarta – Tim Formula 1 (F1) Mercedes menunjukkan keyakinan untuk kembali merajai kompetisi F1 di musim 2026 setelah meraih hasil impresif dengan menempati podium 1-2 pada balapan perdana di Grand Prix Australia yang berlangsung Minggu lalu. Duo pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, berhasil menyelesaikan balapan di posisi teratas, mengalahkan pasangan pembalap Ferrari yang menempati urutan ketiga dan keempat.

Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff, mengungkapkan kepuasan tim atas performa yang ditunjukkan di Australia. Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa tim Mercedes mampu bersaing secara kompetitif untuk merebut gelar juara dunia F1 musim ini. “Ada begitu banyak kepuasan bagi saya di tim saat ini. Sebelumnya kami memiliki kemenangan beruntun dengan delapan kejuaraan dan kemudian setelahnya memasuki tahun yang sulit,” kata Wolff, seperti dilansir dari laman resmi F1 pada Selasa (10/3/2026).

Dominasi Mercedes di Masa Lalu

Mercedes dikenal sebagai raja F1 pada awal regulasi baru di tahun 2014, di mana mereka berhasil meraih 16 kemenangan dari total 19 balapan. Tim ini terus mendominasi kejuaraan dunia tim hingga tahun 2020 dengan mobil W11 yang sensasional, yang memenangkan 13 dari 17 balapan serta satu gelar juara tim di tahun 2021. Namun, pada era Ground Effect antara 2022 dan 2025, Mercedes mengalami kesulitan untuk bersaing, terpaksa tunduk di bawah dominasi Red Bull.

Perkembangan Positif Menuju Musim 2026

Memasuki era regulasi baru di F1 2026, Mercedes menunjukkan perkembangan yang positif terutama dalam hal mesin (power unit) yang kini unggul dibandingkan pabrikan lain. Meskipun demikian, Toto Wolff menekankan perlunya evaluasi mendalam terkait penggunaan sistem baterai baru yang cukup rumit dalam regulasi 2026. “Kekhawatiran yang kami alami adalah dalam hal pertarungan di trek. Walaupun dorongan untuk salip-menyalip sangat menarik untuk ditonton, namun tantangan energi yang kami hadapi cukup besar,” tambah Wolff.

Dampak Bagi Pecinta F1 di Indonesia

Bagi pecinta Formula 1 di Indonesia, performa Mercedes di awal musim 2026 menjadi berita gembira. Tim yang telah banyak dikenal dan dicintai ini kembali menunjukkan potensi mereka untuk bersaing di level tertinggi. Kesuksesan ini tidak hanya memberikan harapan bagi penggemar Mercedes, tetapi juga menunjukkan bahwa kompetisi F1 semakin ketat dan menarik untuk diikuti.

Kesimpulan

Dengan podium 1-2 yang diraih di GP Australia, Mercedes kembali menunjukkan taring mereka di F1. Dengan kesiapan dan evaluasi yang dilakukan, tim ini berharap bisa kembali bersinar dalam memperebutkan gelar juara dunia, menjadikannya salah satu tim yang patut diperhatikan dalam musim 2026. Balapan berikutnya di GP China yang berlangsung dari 13 hingga 15 Maret 2026 akan menjadi kesempatan bagi Mercedes untuk membuktikan kekuatan mereka lebih lanjut.