Perbandingan Kebijakan Retur Shopee dan TikTok Shop untuk Seller

JAKARTA — Dalam dunia e-commerce, kebijakan terkait pengembalian barang menjadi salah satu aspek penting bagi seller dan pembeli. Shopee dan TikTok Shop adalah dua platform yang banyak digunakan di Indonesia, namun keduanya memiliki kebijakan yang sangat berbeda mengenai biaya retur atau pengembalian barang.

Shopee tetap mempertahankan kebijakannya yang sudah ada, di mana seller hanya bertanggung jawab atas ongkos kirim jika pengembalian barang disebabkan oleh kelalaian mereka. Sebaliknya, TikTok Shop mengumumkan bahwa mulai 1 Juni 2026, mereka akan mengenakan sebagian biaya retur kepada seller, yang berarti seller akan berkontribusi pada ongkos kirim untuk pengembalian barang.

Kebijakan Retur TikTok Shop

Dalam kebijakan baru TikTok Shop, seller diwajibkan untuk menanggung biaya ongkos kirim dalam transaksi retur yang diajukan oleh pembeli. Hal ini mencakup situasi di mana pembeli memutuskan untuk mengembalikan barang. Misalnya, jika pembeli berubah pikiran, ongkos kirim pulang-pergi tidak sepenuhnya ditanggung oleh pembeli atau platform, tetapi juga melibatkan kontribusi dari seller.

Seorang seller TikTok Shop, @vivileonita_, menjelaskan bahwa kontribusi ongkos kirim yang harus ditanggung oleh seller dibatasi maksimal sebesar Rp5.000 per arah. Dengan demikian, dalam satu transaksi retur, total biaya yang mungkin ditanggung seller dapat mencapai Rp10.000. Walaupun begitu, apabila kegagalan pengiriman sepenuhnya disebabkan oleh pihak logistik, maka ongkos kirim akan ditanggung penuh oleh platform.

Kebijakan Retur Shopee

Di sisi lain, Shopee memiliki ketentuan yang lebih sederhana. Seller hanya perlu menanggung ongkos kirim pengembalian jika barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan deskripsi. Misalnya, jika seller mengirim barang yang tidak berfungsi, barang yang rusak, atau barang yang salah kirim, maka tanggung jawab biaya retur ada pada seller.

Shopee juga mendorong seller untuk mengikuti standar pengemasan yang telah ditetapkan, penting untuk mendokumentasikan proses tersebut agar dapat menjadi bukti jika terjadi kerusakan barang yang disebabkan oleh pengiriman, bukan karena kelalaian seller.

Jika pembeli mengajukan pengembalian tanpa alasan yang jelas (misalnya, hanya ingin mengembalikan barang dalam kondisi yang sama), maka ongkos kirim biasanya ditanggung oleh pembeli, terutama jika kuota pengembalian gratis telah habis. Namun, jika pesanan memiliki tag “Ongkir Ditanggung Shopee”, maka biaya pengembalian akan sepenuhnya ditanggung oleh Shopee.

Dampak Kebijakan pada Seller dan Pembeli di Indonesia

Kebijakan yang berbeda ini tentunya akan berdampak pada cara seller beroperasi di masing-masing platform. Dengan adanya kontribusi biaya retur di TikTok Shop, seller diharapkan lebih berhati-hati dalam pengiriman dan memastikan produk yang dikirim tidak cacat untuk menghindari pengembalian yang merugikan. Di sisi lain, Shopee memberikan perlindungan lebih bagi seller dengan membebankan biaya retur hanya pada kondisi tertentu.

Bagi pembeli, kebijakan ini memberikan pilihan yang lebih fleksibel, tetapi juga menuntut mereka untuk lebih bijak dalam berbelanja. Mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas biaya retur dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Kesimpulan

Perbedaan kebijakan retur antara Shopee dan TikTok Shop menunjukkan bagaimana masing-masing platform menangani pengembalian barang. Seller perlu memahami dengan baik kebijakan ini untuk meminimalkan kerugian, sedangkan pembeli harus menyadari tanggung jawab mereka dalam proses pengembalian. Dengan memahami kebijakan ini, diharapkan transaksi di kedua platform dapat berjalan lebih lancar dan efektif.