Klarifikasi Komdigi Terkait Rating IGRS di Steam: 5 Poin Penting

JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan penjelasan terkait isu munculnya label Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam, yang mengundang perhatian luas di kalangan pengguna media sosial. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa tampilan rating tersebut bukan merupakan hasil verifikasi akhir dari pemerintah, melainkan akibat miskomunikasi teknis dari pihak Steam.

Sonny menjelaskan pula bahwa saat ini, integrasi IGRS di Steam masih dalam tahap pengujian dan belum ada nota kesepahaman (MoU) resmi antara Komdigi dan Steam. Ia menekankan bahwa pemerintah hanya mengakui rating yang telah diverifikasi melalui situs resmi IGRS. Berikut adalah lima poin penting dari klarifikasi Komdigi terkait masalah ini:

1. Belum Ada MOU Resmi dengan Steam

Sonny menegaskan bahwa hingga kini, tidak ada nota kesepahaman resmi antara Komdigi dan Steam. Pertemuan untuk penandatanganan MoU dijadwalkan pada Mei 2026. Munculnya rating di Steam adalah tindakan sepihak dari pihak Steam yang meluncurkan fitur uji coba tanpa persetujuan dari pemerintah.

2. Status Rating Masih ‘Self-Assessment’

Penjelasan lebih lanjut menyebutkan bahwa rating yang beredar di Steam merupakan hasil self-assessment dari pengembang gim, bukan rating resmi. Sonny mengingatkan bahwa IGRS yang sah memerlukan sertifikat klasifikasi setelah proses verifikasi oleh tim tester pemerintah untuk memastikan kesesuaian konten.

3. Penarikan Konten ‘Unfit for Distribution’

Terkait label ‘unfit for distribution’, kategori ini ditujukan bagi gim yang mengandung unsur perjudian atau pornografi. Sonny menegaskan bahwa gim yang memiliki fitur judi cash-out atau konten pornografi tidak diperbolehkan beredar di Indonesia. Namun, gim yang berlabel usia 18+ masih diperbolehkan asalkan pengguna sesuai dengan ketentuan usia.

4. Sinkronisasi dengan Standar Global (IARC)

Menanggapi situasi ini, pemerintah berencana bergabung dengan International Age Rating Coalition (IARC). Langkah ini bertujuan agar pengembang gim lokal tidak perlu melakukan sertifikasi ulang untuk memasuki pasar internasional, seperti Eropa dan Amerika. Meskipun mengadopsi standar global, Indonesia tetap akan menerapkan logika rating yang lebih konservatif sesuai dengan nilai budaya lokal.

5. Target Implementasi Penuh Juni 2026

Komdigi menargetkan kesiapan teknis dan integrasi dengan berbagai platform distribusi, termasuk Google Play dan Apple App Store, akan selesai pada Juni 2026. Saat ini, Steam telah menarik kembali tampilan IGRS tersebut sampai klarifikasi dan koordinasi lebih lanjut dilakukan melalui pertemuan daring yang dijadwalkan segera.

Sonny mengingatkan bahwa sistem rating ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga panduan bagi orang tua untuk memfilter konten digital yang dikonsumsi anak-anak mereka. “Ini adalah penting bagi orang tua untuk mengetahui bahan atau konten dari sebuah gim, sehingga mereka memahami apa yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka,” tambahnya.