7,75 Juta Pemudik Gunakan Angkutan Umum H-3 Lebaran 2026

Jakarta, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa hingga H-3 Lebaran 2026, total pemudik yang menggunakan angkutan umum mencapai 7.753.476 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencatatkan 6.988.008 orang.

Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2026, Bernadette Endah Sekar Mayashanti, menjelaskan bahwa data akumulatif pergerakan penumpang angkutan umum dari H-8 hingga H-3 menunjukkan tren positif. “Angka ini mencerminkan minat masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi umum,” ujarnya saat konferensi pers di Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026.

Peningkatan di Semua Moda Transportasi

Peningkatan jumlah pemudik terlihat di semua moda transportasi. Untuk kereta api, jumlah penumpang naik sebesar 15,25% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, angkutan udara, baik domestik maupun internasional, mengalami kenaikan sebesar 6,88%.

Angkutan laut juga tidak kalah, dengan peningkatan pemudik sebesar 6,82%, sedangkan angkutan penyeberangan naik 13,40%. Angkutan darat, termasuk bus, mengalami peningkatan sebesar 7,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pergerakan Kendaraan Melalui Gerbang Tol

Selain angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi melalui gerbang tol juga menunjukkan peningkatan. Kendaraan keluar dari gerbang tol Jakarta naik 4,35% pada H-3 Lebaran, sementara kendaraan yang masuk meningkat sebesar 14,24%. Di wilayah Jabotabek, kendaraan keluar dan masuk mengalami kenaikan sebesar 0,97%.

Bernadette juga menekankan pentingnya keselamatan dalam perjalanan. “Meskipun cuaca saat ini relatif aman, kami mengingatkan masyarakat untuk mematuhi arahan dari petugas demi menjaga keamanan dan keselamatan saat menggunakan moda transportasi laut,” tambahnya.

Tanggapan Masyarakat dan Tren Mudik Lebih Awal

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyatakan bahwa peningkatan pergerakan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal. Ini sejalan dengan kebijakan work from anywhere (WFA) dan adanya cuti bersama yang jatuh pada 18 Maret 2026.

Berdasarkan prediksi Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, sekitar 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan mobilitas selama libur Lebaran 2026, dari tanggal 13 Maret hingga 29 Maret. Mobilitas terbanyak diprediksi menggunakan mobil dan sepeda motor, masing-masing mencapai 76,24 juta orang (52,98%) dan 24,08 juta orang (16,74%).

Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat

Namun, tidak hanya jumlah pemudik yang meningkat, laporan dari Korlantas Polri menunjukkan adanya peningkatan kecelakaan lalu lintas sebesar 1,97% dibandingkan tahun lalu selama periode 13 Maret hingga 19 Maret 2026. Korban luka berat dan ringan juga meningkat masing-masing sebesar 9,42% dan 19,63%, meskipun korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 13,50%.

Hanny Neno dari Korlantas Polri mencatat bahwa mayoritas kecelakaan terjadi di jalan tol, dengan lokasi utama di Bogor Jagorawi, Cimahi, Batang, dan Subang. Kecelakaan ini sering disebabkan oleh kelalaian dan kelelahan pengendara di jalan tol.

Kesimpulan

Peningkatan jumlah pemudik menggunakan angkutan umum menjelang Lebaran 2026 menunjukkan antusiasme masyarakat untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Namun, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi peraturan demi keselamatan dalam berkendara. Melihat tren ini, diharapkan pihak berwenang akan terus meningkatkan pelayanan transportasi dan keselamatan selama periode mudik.