Tips Sehat Menjaga Kolesterol & Gula Darah Saat Lebaran

Jakarta — Perayaan Hari Raya Idulfitri identik dengan hidangan lezat, namun pola makan yang seimbang tetap harus dijaga untuk mencegah gangguan kesehatan. Kenaikan berat badan, serta lonjakan kadar gula dan kolesterol, menjadi risiko yang perlu diwaspadai saat Lebaran. Dr. Nany Leksokumoro, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Eka Hospital Pluit, mengungkapkan bahwa konsumsi makanan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering bisa dilakukan, asalkan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi.

Banyak masyarakat cenderung melupakan prinsip gizi seimbang saat merayakan Lebaran. Mereka sering kali mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak tanpa memperhatikan asupan serat, protein, dan vitamin yang cukup. “Tidak sedikit orang yang mengalami kenaikan berat badan, gangguan pencernaan, hingga lonjakan kadar gula dan kolesterol setelah Lebaran,” ungkap Nany.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola makan yang seimbang. Nany menjelaskan bahwa gizi seimbang mencakup pemenuhan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan sesuai kebutuhan tubuh. Masyarakat disarankan untuk memilih sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum, agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Sumber Protein Berkualitas

Asupan protein berkualitas dari ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe juga diperlukan untuk menjaga massa otot dan mengontrol rasa lapar. Selain itu, kebutuhan lemak tetap harus dipenuhi dengan memilih sumber lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Konsumsi Sayur dan Buah

Penting juga untuk mengonsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat yang membantu sistem pencernaan, terutama saat mengonsumsi makanan bersantan. Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan agar tubuh tetap terhidrasi. “Sering kali kita terlalu fokus pada makanan enak, namun lupa bahwa tubuh juga membutuhkan serat, protein, dan vitamin,” tambah Nany.

Pola Makan yang Sehat

Dalam mengatur pola makan, Nany menyarankan agar masyarakat tidak menunda waktu makan untuk menghindari konsumsi berlebihan. Mengambil porsi kecil di awal, membatasi konsumsi makanan manis dan minuman tinggi gula, serta menyeimbangkan hidangan bersantan dengan sayur dan buah adalah langkah-langkah yang dapat diambil. “Intinya, makan secukupnya, nikmati momennya, tapi tetap ada pengendalian diri dalam mengasup makanan saat Lebaran,” jelasnya.

Aktivitas Fisik dan Penyakit Terkait

Nany juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan, seperti berjalan santai setelah makan, untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama perayaan Lebaran. Menjaga pola makan saat Lebaran sangat dianjurkan bagi individu dengan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, karena mereka lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak terkontrol. “Tidak perlu terlalu ketat, yang penting tetap seimbang dan tidak berlebihan,” tutup Nany.

Kemenkes Tanggung Biaya Pengobatan Andrie Yunus Pasca Serangan

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Salemba, Jakarta, pada hari Kamis, 12 Maret 2026.

Setelah insiden tersebut, Andrie segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan bahwa semua biaya perawatan Andrie akan ditanggung oleh kementerian. “Iya. Dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan,” ungkap Widyawati saat dihubungi pada Selasa, 17 Maret 2026.

Kondisi Medis Andrie Yunus Pasca Serangan

Menurut informasi dari pihak RSCM, Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk wajah. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa Andrie diterima di rumah sakit pada dini hari Jumat, 13 Maret 2026. Tim medis segera melakukan tindakan irigasi pada area yang terpapar zat kimia untuk mengurangi dampak dari air keras tersebut dan memperbaiki kondisi jaringan.

Setelah evaluasi awal, dokter menemukan bahwa Andrie mengalami luka bakar sekitar 20% di permukaan kulit dan juga mengalami trauma kimia pada mata kanannya, yang berada dalam kondisi parah dengan tingkat keparahan tiga pada fase akut. “Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam pada penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” tambah Yoga Nara.

Penanganan Medis yang Diberikan

Untuk menangani kondisi mata Andrie, RSCM melakukan pembersihan jaringan yang rusak serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan. Selain itu, Andrie mendapatkan terapi yang meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, dan pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.

Saat ini, kondisi umum Andrie Yunus telah stabil dan tidak berada dalam keadaan kritis. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien. Yoga Nara menambahkan, “Kami akan terus memantau dan memberikan perawatan terbaik untuk Andrie.”

Dampak Kasus ini bagi Masyarakat dan Upaya Penanganan

Kejadian penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus mengundang perhatian luas dari masyarakat dan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Istana Kepresidenan telah mengeluarkan perintah untuk mengusut tuntas kasus ini. Pihak kepolisian juga tengah mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menemukan pelaku di balik tindakan kekerasan ini.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai keamanan para aktivis di Indonesia serta pentingnya perlindungan terhadap mereka yang berjuang untuk keadilan dan hak asasi manusia. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersatu dalam memberikan dukungan kepada para korban kekerasan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kesimpulan

Dengan adanya penanganan medis yang komprehensif dan dukungan dari Kemenkes, diharapkan Andrie Yunus dapat segera pulih dari luka-lukanya. Kasus ini juga menjadi pengingat penting akan tantangan yang dihadapi oleh aktivis di Indonesia dan perlunya upaya sistematis untuk menjaga keselamatan mereka. Di tengah tantangan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan dukungan kepada Andrie tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua aktivis.