SEMARANG – Bank Jateng mencatatkan momen penting dalam sejarah operasionalnya dengan pelantikan jajaran pengurus baru yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis (5/3/2026). Pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank Jateng dan menandai langkah baru bagi bank milik pemerintah daerah ini dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Susunan Jajaran Direksi Baru
Dalam pelantikan kali ini, posisi Direktur Utama dijabat oleh Bambang Widyatmoko, menggantikan Irianto Harko Saputro yang telah berhasil membawa Bank Jateng mencapai target-target strategis tahun 2025. Selain itu, Adnas ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen, didampingi oleh Darsono dan Sumarno sebagai Komisaris.
Direksi Bank Jateng juga kini diisi oleh profesional yang berpengalaman dalam bidangnya, antara lain Mas Waris sebagai Direktur Bisnis Kelembagaan dan UUS, Bambang Ristianto sebagai Direktur Keuangan, Eko Tri Prasetyo sebagai Direktur Digital dan Bisnis Konsumer, Anna Kusumarita sebagai Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM, serta Erik Abibon sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Penunjukan Dr. H. Tafsir, M.Ag dan Dr. H. Nur Fatoni, M.Ag sebagai Dewan Pengawas Syariah juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat aspek syariah di bank ini.
Pencapaian dan Tren Positif Bank Jateng
Pelantikan tersebut berlangsung di tengah tren positif yang ditunjukkan oleh Bank Jateng. Berdasarkan laporan tahun buku 2025, bank ini berhasil mencapai jumlah aset sebesar Rp100,07 triliun, meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan stabilitas finansial, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar terhadap institusi perbankan daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bank Jateng. Ia menekankan bahwa kesehatan bank saat ini berada pada tingkat yang sangat baik, dan pencapaian aset di atas Rp100 triliun menunjukkan bahwa fungsi intermediasi bank di Jawa Tengah berjalan efektif dan transparan. “Bank Jateng menjadi salah satu bank yang tersehat, ekspansi bisnis juga terus berkembang, dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Luthfi.
Indikator Keberhasilan Lainnya
Selain pertumbuhan aset yang signifikan, indikator profitabilitas juga menunjukkan tren positif. Laba bersih Bank Jateng tercatat mencapai Rp1,42 triliun, meningkat sebesar 11,57% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan laba ini mencerminkan efisiensi operasional serta keberhasilan strategi penyaluran kredit yang telah diterapkan oleh manajemen sebelumnya.
Dari sisi penghimpunan dana, kepercayaan masyarakat tercermin dari pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp80,54 triliun, memberikan ruang likuiditas yang cukup untuk mendukung pembangunan daerah melalui penyaluran kredit. Realisasi penyaluran kredit Bank Jateng hingga akhir periode laporan terakhir mencapai Rp64,21 triliun.
Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Gubernur Luthfi mengingatkan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari ekspansi yang lebih luas. Stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada kekuatan bank pembangunan daerah dalam menggerakkan sektor UMKM dan proyek-proyek strategis. “Pencapaian aset melampaui Rp100,07 triliun ini adalah bukti bahwa kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan fungsi intermediasi bank berjalan dengan sangat baik,” tutup Luthfi.
