Jakarta, Bisnis.com — PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) melalui unit usaha syariahnya mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam produk asuransi perjalanan t travella syariah selama tahun 2025. Direktur Pemasaran Tugu Insurance, Ery Widiatmoko, menjelaskan bahwa t travella syariah ditujukan khusus untuk melindungi jemaah haji dan umrah.
“Pada tahun 2025, kami mencatat kenaikan pendapatan premi dari t travella syariah hingga 100% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Ery dalam pernyataannya kepada Bisnis, yang dikutip pada Minggu (8/3/2026).
Ery menambahkan, saat ini Tugu Insurance telah memberikan perlindungan kepada hampir 50.000 jemaah dan menjalin kemitraan dengan lebih dari 200 Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PPIU/PPIH) di seluruh Indonesia. Meskipun pertumbuhan ini cukup kuat, kontribusi dari lini asuransi perjalanan terhadap keseluruhan portofolio perusahaan masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan lini bisnis utama lainnya.
“Namun, kami percaya segmen ini memiliki potensi jangka panjang yang strategis,” tambah Ery.
Strategi Meningkatkan Penetrasi Pasar
Untuk mendongkrak penetrasi pasar dan pendapatan dari lini usaha ini, Tugu Insurance menerapkan strategi multisaluran yang memadukan teknologi modern. Ery menjelaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan saluran distribusi dan layanan digital, memperkuat saluran distribusi baru, serta menjalin sinergi strategis dengan Asosiasi Travel Haji dan Umrah. Selain itu, produk yang ditawarkan juga terus disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.
Risiko yang Dihadapi Jemaah
Ery juga mengungkapkan bahwa risiko dengan beban biaya tertinggi yang sering diklaim adalah risiko medis, sementara risiko ketidaknyamanan perjalanan menjadi yang paling sering terjadi. Risiko medis meliputi kebutuhan rawat inap dan perawatan akibat infeksi saluran pernapasan, kelelahan ekstrem, hingga komplikasi penyakit bawaan yang dipicu oleh cuaca dan aktivitas fisik yang berat.
Di sisi lain, risiko ketidaknyamanan perjalanan, meski nilainya lebih kecil, seringkali mengganggu kenyamanan ibadah. Ery menambahkan bahwa gangguan jadwal, seperti keterlambatan atau pembatalan penerbangan, adalah laporan yang paling sering diterima, diikuti oleh kehilangan atau kerusakan bagasi.
Pentingnya Asuransi Perjalanan
Kombinasi antara kompleksitas risiko medis dan kendala logistik ini menjadikan asuransi perjalanan sebagai instrumen perlindungan yang sangat penting bagi jemaah haji dan umrah di tahun 2026. Tugu Insurance berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan agar jemaah merasa lebih aman dan nyaman selama menjalankan ibadahnya.
Di titik puncaknya, asuransi juga bertanggung jawab atas risiko kematian jemaah di Tanah Suci dengan memberikan santunan bagi ahli waris. Ini menunjukkan betapa krusialnya memiliki perlindungan saat menjalankan ibadah haji dan umrah.
Kesimpulan
Dari peningkatan yang signifikan dalam pendapatan premi asuransi haji-umrah, terlihat bahwa pasar ini memiliki potensi besar di Indonesia. Dengan dukungan strategi pemasaran yang tepat dan pengembangan produk yang relevan, Tugu Insurance siap untuk memberikan perlindungan terbaik bagi jemaah haji dan umrah di masa depan.
