Kedatangan Jenazah Kopda Farizal Dihormati di Yogyakarta

Jenazah Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon diperkirakan tiba di Yogyakarta melalui Landasan Udara Adisutjipto pada malam hari, Sabtu, 4 April 2026. Kehadiran jenazah ini menjadi perhatian khusus, mengingat Farizal merupakan prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo Budi Revita dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, sudah hadir di area utama Base Operasional Lanud Adisutjipto untuk memberikan penghormatan terakhir. Pantauan Tempo menunjukkan bahwa kedatangan mereka menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara sekitar pukul 20.52 WIB.

Upacara Penghormatan di Lanud Adisutjipto

Menurut informasi yang diperoleh, rencananya akan ada upacara penghormatan sebelum jenazah Farizal dibawa ke rumah duka yang terletak di Dukuh Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Setelah upacara, jenazah akan diantar ke rumah duka sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Wates Kulon Progo pada Minggu, 5 April.

Farizal, yang merupakan anggota satuan Yonif 133/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, gugur pada Minggu, 29 Maret 2026, saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Atas jasa dan pengorbanannya, ia diberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua Anumerta.

Pegangan Keluarga dan Makna Pemakaman

Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah-Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menyatakan bahwa almarhum Farizal berhak mendapatkan pemakaman di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dari negara. “Kami menyarankan kepada keluarga agar Farizal dimakamkan di TMP demi kehormatan dan simbol negara,” ujar Dimar.

Noor Khodik, ayah mertua Farizal, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memakamkan almarhum di taman makam pahlawan diambil setelah pertemuan keluarga. “Setelah kami berembug, pihak keluarga sepakat untuk memakamkan di makam pahlawan,” katanya.

Kakak ipar Farizal, Fitra Abdul Aziz, menambahkan bahwa pemilihan lokasi makam diharapkan dapat memberikan warisan moral bagi anak-anak almarhum. “Kami berharap anak-anaknya dapat merasa bangga mengetahui bahwa ayahnya adalah salah satu pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk perdamaian dunia,” ungkapnya.

Harapan Keluarga dan Pemerintah

Fitra juga menekankan pentingnya pengakuan dari pemerintah dalam proses pemulangan almarhum. “Kami berharap pemerintah terus melakukan upaya diplomatik yang kuat untuk mempercepat pemulangan, mengingat almarhum sudah cukup lama berada di luar negeri,” tuturnya.

Dengan segala penghormatan yang diberikan, kedatangan jenazah Kopda Farizal menjadi simbol pengabdian dan pengorbanan yang luar biasa bagi bangsa dan negara. Upacara penghormatan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian.

Inflasi Yogyakarta Februari 2026 Sama dengan Inflasi Nasional

Yogyakarta, Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) D.I. Yogyakarta mengumumkan bahwa inflasi di Yogyakarta mencapai 4,91% (year on year) pada Februari 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,50. Secara bulanan, inflasi Yogyakarta juga mencatat angka 0,68% (month to month) pada periode yang sama.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS D.I. Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih, mengindikasikan bahwa laju inflasi bulanan di Yogyakarta sejajar dengan tingkat inflasi nasional. Namun, laju inflasi tahunan menunjukkan angka yang cukup tinggi.

“Tingkat inflasi tahunan menunjukkan angka yang signifikan, baik di Yogyakarta maupun nasional, ini disebabkan oleh efek basis yang rendah,” ujar Endang saat konferensi pers pada Kamis (5/3/2026).

Penyebab Inflasi di Yogyakarta

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan di Yogyakarta berasal dari kategori perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang memberikan andil inflasi sebesar 2,42%. Diikuti oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,42%, serta makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi sebesar 0,71%.

“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan, terutama tarif listrik yang pada tahun 2026 ini tidak mendapatkan diskon. Berbeda dengan tahun lalu yang mendapatkan diskon sampai 50%,” tambahnya.

Komoditas Penggerak Inflasi

Dalam analisis lebih mendalam, terdapat lima komoditas yang menjadi penyebab utama inflasi di D.I. Yogyakarta. Tarif listrik menempati posisi teratas dengan andil inflasi 2,32%, diikuti oleh emas perhiasan yang mencatat andil inflasi sebesar 1,37%, beras dengan 0,17%, daging ayam ras yang memberikan andil 0,10%, dan bawang merah dengan andil sebesar 0,06%.

“Emas perhiasan selalu menjadi salah satu penyebab inflasi utama. Sedangkan harga beras yang sebelumnya tinggi kini sudah stabil,” jelas Endang.

Perbandingan Inflasi di Dua Kota

Pada bulan Februari 2026, kedua kota di D.I. Yogyakarta mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi tahunan sebesar 4,70% dengan IHK 109,47, sedangkan Kota Yogyakarta mengalami inflasi 5,19% dengan IHK 111,77.

“Inflasi di Kabupaten Gunungkidul lebih rendah dibandingkan Kota Yogyakarta, dengan inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,66% dan 0,72%,” tutup Endang.

Dampak Inflasi untuk Masyarakat

Inflasi yang cukup tinggi di Yogyakarta berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan harga pada berbagai komoditas, terutama kebutuhan pokok, dapat mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk memantau dan mengambil langkah strategis agar inflasi tidak terus melambung, demi kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Inflasi di Yogyakarta pada Februari 2026 mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia. Dengan inflasi yang setara dengan tingkat nasional dan berbagai faktor pendorong, perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.