Kemenkeu Optimis Stabilitas Yield SBN di Tengah Konflik Global

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa kinerja pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap kuat dan terjaga, walaupun saat ini dunia menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Konflik ini telah membuat investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi, namun Kemenkeu percaya bahwa pasar SBN Indonesia dapat bertahan di tengah tekanan tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menyatakan bahwa kondisi global saat ini memang memberikan tantangan bagi pergerakan imbal hasil SBN. Tekanan ini juga dirasakan oleh instrumen keuangan lain, seperti pasar saham dan nilai tukar rupiah. Namun, Suminto menggarisbawahi bahwa meskipun ada fluktuasi, pergerakan yield SBN cukup terkendali.

Kondisi Yield SBN Terkini

Dalam konferensi pers mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026), Suminto menjelaskan bahwa yield SBN tenor 10 tahun saat ini berada di level 6,52%, sementara yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun tercatat di posisi 4,09%. Sejak awal tahun, yield SBN mengalami peningkatan sebesar 55 basis poin (bps).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan bahwa pemerintah terus memantau indikator selisih imbal hasil (spread) antara SBN bertenor 10 tahun dan UST yang sejenis. Indikator ini sangat penting untuk mengukur kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Saat ini, spread berada di sekitar 243 basis poin (bps), yang menunjukkan kepercayaan yang relatif baik.

Perbandingan dengan Negara Berkembang Lainnya

Spread obligasi Indonesia yang berada di level 243 bps ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Misalnya, Brasil memiliki spread sebesar 964 bps, Kolombia 891 bps, Meksiko 484 bps, Afrika Selatan 437 bps, dan India 252 bps. Ini menunjukkan bahwa kinerja pasar SBN Indonesia tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global.

Kemenkeu berkomitmen untuk terus menerapkan strategi pengelolaan utang dan kas yang dinamis agar biaya dana tetap efisien. “Kami berusaha untuk mempertahankan spread di sekitar 240 basis poin sebagai indikasi bahwa kami memiliki kepercayaan tinggi dalam pengelolaan ekonomi,” tutup Suahasil.

Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Dalam konteks ekonomi Indonesia, stabilitas yield SBN sangat penting. Hal ini berkaitan erat dengan kepercayaan investor, yang dapat mempengaruhi aliran investasi asing dan kestabilan ekonomi secara keseluruhan. Jika pasar SBN mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan, maka akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa depan.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan, optimisme yang ditunjukkan oleh Kemenkeu ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar dan investor. Stabilitas pasar obligasi domestik dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya.

Kesimpulan

Kemenkeu menunjukkan keyakinan bahwa meskipun ada tekanan dari ketidakpastian global dan konflik yang sedang berlangsung, yield SBN Indonesia tetap terjaga dengan baik. Dengan pengelolaan yang tepat dan komitmen untuk menjaga stabilitas, diharapkan pasar SBN Indonesia dapat terus menarik minat investor, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Rotasi 1.585 Pegawai, 44 Eselon II Dilantik

Jakarta, Bisnis.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan rotasi terhadap 1.585 pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa sore, 10 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 44 di antaranya merupakan pejabat eselon II.

Purbaya menyatakan bahwa perombakan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan juga mengandung tanggung jawab baru yang diemban oleh para pejabat. “Jabatan yang saudara pegang bukan sekadar jabatan birokrasi, ini posisi yang ikut menentukan ketahanan fiskal negara,” ujar Purbaya saat pengarahan setelah pelantikan di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menekankan pentingnya peran pejabat Kemenkeu dalam menjaga kekuatan fiskal negara. Ia mengingatkan bahwa stabilitas fiskal berpengaruh langsung terhadap kestabilan ekonomi, kelancaran pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika kita gagal menjaga fiskal negara, maka yang dirugikan bukan hanya kementerian, tetapi juga rakyat. Jika tidak ditangani dengan baik, stabilitas NKRI bisa terganggu,” tambah Purbaya.

Purbaya, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, merasa bahwa banyak pejabat yang belum sepenuhnya menyadari tanggung jawab mereka sebagai penjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, ia menitipkan tugas berat ini kepada para pejabat baru yang dilantik.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Berikut ini adalah 44 pejabat eselon II yang dilantik oleh Purbaya:

A. Sekretariat Jenderal

  • Bambang Juli Istanto – Kepala Biro Sumber Daya Manusia
  • Emmanuel Agust Hartono – Kepala Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan
  • Ferry Ardiyanto – Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan
  • Deny Agung Pribadi – Tenaga Pengkaji Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara
  • Arinto Setyo Mulyawan – Tenaga Pengkaji Bidang Perencanaan Strategik

B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

  • Djanurindro Wibowo – Direktur Keberatan dan Banding
  • Galih Elham Setiawan – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
  • M. Rizki Baidillah – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh
  • Bier Budy Kismulyanto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat

C. Direktorat Jenderal Perbendaharaan

  • Adnan Wimbyarto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau
  • Muhamad Mufti Arkan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
  • Tjahjo Purnomo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
  • Supendi – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali
  • Hari Utomo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan
  • Syakran Rudy – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat
  • Arie Suwandani Wiwit Warastuti – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo
  • Wahyu Prihantoro – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara

D. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

  • Edih Mulyadi – Direktur Penilaian
  • Syukriah HG – Direktur Lelang
  • Rahayu Puspasari – Direktur Transformasi dan Sistem Informasi
  • R. Ay. Indriasari Sundoro – Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan
  • Suroso – Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan
  • Rachmat Kurniawan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Aceh
  • Jose Arif Lukito – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau
  • Windraty Ariane Siallagan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Lampung dan Bengkulu
  • Kusuma Santi Wahyuningsih – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Banten
  • Dudung Rudi Hendratna – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat

Rotasi ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Kemenkeu dalam menjaga kesehatan fiskal negara, yang merupakan kunci untuk menciptakan stabilitas ekonomi di Indonesia.