BTN Perluas Layanan Perbankan, Tak Hanya KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) kini tengah menggenjot ekspansi bisnisnya dengan menyediakan layanan perbankan yang lebih komprehensif, tidak hanya terbatas pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Direktur Operasional BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk periode 2025–2029, yaitu menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.

Strategi Ekspansi BTN

Dalam upaya mencapai visi tersebut, BTN melaksanakan sejumlah strategi penting, termasuk memperkuat pendanaan berkelanjutan, meningkatkan proposisi produk, dan mempromosikan layanan perbankan lengkap. Nyoman menegaskan, “Kami akan mengubah citra BTN menjadi bank yang mampu memberikan layanan perbankan menyeluruh, mulai dari pembiayaan, investasi, hingga transaksi keuangan lainnya.”

BTN menyadari bahwa untuk memastikan kelangsungan bisnis, penguatan sumber pendanaan menjadi hal yang krusial. Pendanaan yang kuat bak bahan bakar utama bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat. Nyoman menambahkan, “Ketersediaan sumber pendanaan yang stabil sangat penting agar BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran kredit.”

Peningkatan Layanan dan Penawaran Produk

BTN tidak hanya berfokus pada KPR, tetapi juga memperluas tawaran produk finansial lainnya. Misalnya, produk seperti Kredit Ringan (KRING) untuk renovasi rumah, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja. Nyoman menjelaskan, “Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga kemungkinan akan membutuhkan produk finansial lainnya. Dengan strategi ini, BTN dapat menawarkan beragam solusi keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Transformasi Digital dan Modernisasi Cabang

Salah satu langkah signifikan dalam transformasi BTN adalah pembaruan proses pengelolaan kredit menjadi lebih efisien dan cepat melalui sistem ‘loan factory’. Sistem ini berfungsi untuk memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumen, termasuk KPR. Selain itu, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang melalui program peremajaan. Pada tahun 2025, BTN membuka 20 kantor cabang baru dan merelokasi 29 cabang untuk meningkatkan layanan kepada nasabah.

Dampak bagi Masyarakat Indonesia

Perubahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam akses terhadap layanan perbankan yang lebih baik dan lengkap. Dengan perluasan layanan ini, BTN berkomitmen untuk menjadi mitra finansial yang terpercaya bagi keluarga Indonesia, mendukung mereka dalam mencapai tujuan finansial.

Kesimpulan

Dengan transformasi yang sedang dilakukan, BTN tidak hanya sekadar menjadi bank yang fokus pada KPR, tetapi juga berusaha untuk menawarkan layanan perbankan yang lebih holistik. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan memberikan solusi keuangan yang lebih baik. Dengan demikian, BTN bertekad untuk menjadi pilar pendukung keuangan bagi masyarakat di Indonesia.

Saham Bank Lapis Dua yang Masih Murah: BBTN, BDMN, NISP

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan kecenderungan stabil pada awal tahun 2026 memberikan kesempatan bagi investor untuk mengamati kembali sejumlah saham yang masih dianggap murah atau undervalued. Dalam sektor perbankan, khususnya bank lapis dua, ada tiga emiten yang patut diperhatikan, yaitu BBTN (Bank Tabungan Negara), BDMN (Bank Danamon), dan NISP (Bank Negara Indonesia Syariah).

Potensi Saham BBTN, BDMN, dan NISP

Ke tiga emiten ini dipilih berdasarkan analisis terhadap rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) dan rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) yang masih tergolong rendah. Dalam dunia investasi, rasio ini sangat penting untuk menilai apakah suatu saham berada dalam kategori undervalued atau tidak.

Lo Kheng Hong, seorang investor terkenal, mengenalkan istilah ‘Mercy Harga Bajaj’ untuk menggambarkan saham-saham yang memiliki potensi kenaikan harga yang signifikan. Hal ini merujuk pada saham-saham yang saat ini diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Analisis Terhadap Masing-Masing Saham

  • BBTN (Bank Tabungan Negara): BBTN dikenal sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan. Dengan dukungan pemerintah dalam program perumahan, potensi pertumbuhan BBTN cukup menjanjikan.
  • BDMN (Bank Danamon): Meskipun mengalami tekanan, BDMN memiliki strategi bisnis yang adaptif dan terus berinovasi dalam produk dan layanan perbankan. Hal ini membuatnya tetap relevan di pasar.
  • NISP (Bank Negara Indonesia Syariah): NISP menawarkan produk perbankan syariah yang semakin diminati oleh masyarakat. Dengan segmen pasar yang terus berkembang, NISP berpotensi mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Dampak Terhadap Investor di Indonesia

Memilih saham bank lapis dua yang undervalued ini menjadi penting bagi investor yang mencari peluang investasi jangka panjang. Dengan kondisi pasar yang stabil, saham-saham ini bisa menjadi pilihan yang menguntungkan untuk portofolio investasi mereka.

Investor di Indonesia perlu memperhatikan perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang mungkin akan mempengaruhi performa saham-saham ini. Sebagai contoh, dukungan pemerintah dalam program perumahan dan pembiayaan bisa menjadi faktor pendorong bagi BBTN, sedangkan inovasi produk akan memberi keuntungan bagi BDMN dan NISP.

Kesimpulan

Dengan melihat potensi dan faktor pendukung yang ada, BBTN, BDMN, dan NISP merupakan saham bank lapis dua yang layak dipertimbangkan oleh investor. Meskipun saat ini diperdagangkan di harga yang relatif rendah, potensi pertumbuhan yang mereka miliki dapat memberikan imbal hasil yang menarik di masa depan.