20 Emisi Obligasi di BEI, Sektor Keuangan Terus Mendominasi

Jakarta, Bisnis.com — Minat perusahaan untuk mengumpulkan dana melalui pasar obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak stabil di awal tahun 2026. Hingga 6 Maret 2026, tercatat sebanyak 20 emisi obligasi dari 13 perusahaan yang siap untuk diterbitkan, yang dikenal sebagai pipeline penerbitan obligasi di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa pada 6 Maret 2026 terdapat 20 emisi dari 13 penerbit yang sedang dalam proses penerbitan. Ia menyatakan, “Sampai dengan 06 Maret 2026, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline.” Ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia terus berupaya memanfaatkan pasar obligasi sebagai sumber pendanaan.

Rincian Emisi Berdasarkan Sektor

Rencana penerbitan obligasi ini berasal dari berbagai sektor industri, dengan sektor keuangan mendominasi. Dari total perusahaan yang terdaftar dalam pipeline, sebanyak lima perusahaan berasal dari sektor keuangan. Selain itu, dua perusahaan masing-masing berasal dari sektor energi dan industri, serta dua lainnya dari sektor infrastruktur.

Sektor lain yang terlibat adalah satu perusahaan dari sektor bahan baku dan satu dari sektor barang konsumsi primer. Menariknya, beberapa sektor lainnya seperti consumer cyclicals, kesehatan, properti dan real estat, teknologi, serta transportasi dan logistik, hingga saat ini belum memiliki perusahaan yang memproses penerbitan obligasi di BEI.

Aktivitas Pasar Obligasi di 2026

Nyoman menambahkan, aktivitas di pasar obligasi korporasi sepanjang tahun 2026 ini tetap cukup aktif. Hingga awal Maret 2026, telah diterbitkan 37 emisi obligasi dan sukuk dari 26 penerbit EBUS. Total dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan ini mencapai Rp41,41 triliun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar obligasi masih menjadi pilihan menarik bagi perusahaan-perusahaan dalam mencari sumber pendanaan. Dengan tingkat suku bunga yang relatif stabil, penerbitan obligasi menjadi salah satu alternatif yang menguntungkan,” jelasnya.

Dampak Terhadap Perekonomian Indonesia

Minat untuk menerbitkan obligasi di BEI menjadi indikator positif bagi perekonomian Indonesia. Dengan banyaknya perusahaan yang aktif mencari dana di pasar ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Terlebih lagi, sektor keuangan yang dominan dalam penerbitan obligasi dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Namun, perlu diingat bahwa meski pasar obligasi menunjukkan pertumbuhan, kehadiran sektor-sektor lainnya yang belum aktif dalam penerbitan juga perlu diperhatikan. Pengembangan sektor-sektor ini sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dalam perekonomian dan mendorong diversifikasi sumber pendanaan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Kesimpulan

Pada awal tahun 2026, pasar obligasi di BEI menunjukkan kinerja yang baik dengan adanya 20 emisi dari 13 perusahaan. Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam hal penerbitan, diikuti oleh sektor energi dan infrastruktur. Aktivitas yang tinggi di pasar obligasi dapat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun perhatian juga perlu diberikan pada sektor-sektor lain yang belum berpartisipasi dalam penerbitan ini.

BSI Catat 22,5 Ton Emas dalam Setahun Layanan Bullion Bank

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) telah mencapai tonggak sejarah dalam pengelolaan emas, mencatat total kelolaan emas mencapai 22,5 ton hanya dalam satu tahun sejak peluncuran layanan bullion bank pada 26 Februari 2025. Layanan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas di Indonesia.

Peluncuran layanan bullion bank dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk BSI dan Pegadaian. Dalam pernyataannya, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menekankan bahwa kehadiran bullion bank merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Pentingnya Layanan Bullion Bank

Anggoro menuturkan bahwa layanan bullion bank tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas, tetapi juga mendorong pemanfaatan emas dalam sistem keuangan yang lebih produktif dan inklusif. “Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujarnya.

Karakteristik inklusif dan kemudahan akses digital dari layanan bullion bank membuat investasi emas semakin terjangkau, terutama untuk generasi muda. Data menunjukkan bahwa proporsi nasabah emas dari kalangan generasi Z meningkat dari 24% menjadi 32%. Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI meningkat lebih dari 2 juta menjadi lebih dari 23 juta nasabah, angka tertinggi sejak penggabungan bank syariah nasional pada 2021.

Pertumbuhan Nasabah dan Kontribusi Terhadap Pendapatan

Dalam satu tahun, BSI mencatat peningkatan jumlah nasabah bullion bank lebih dari 400%. Layanan ini melengkapi produk emas lainnya yang ditawarkan oleh BSI, seperti cicil emas dan gadai emas, sehingga menciptakan ekosistem emas terintegrasi yang mencakup perdagangan emas, simpanan emas, dan produk BSI Gold.

Anggoro memastikan bahwa seluruh transaksi emas BSI dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, dengan memastikan setiap transaksi memiliki underlying berupa emas fisik. “Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Oleh karena itu, semua transaksi emas di BSI dijamin memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” jelasnya.

Dampak Positif bagi Pertumbuhan BSI

Keberadaan layanan bullion bank juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan berbasis biaya BSI, mendukung pertumbuhan kinerja yang solid pada tahun 2025. Pada Desember 2025, aset BSI tercatat mencapai Rp456 triliun, tumbuh 11,64% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan meningkat 14,49% dengan kualitas terjaga, dan dana pihak ketiga tumbuh 16,20% menjadi Rp380 triliun.

BSI optimis bahwa transformasi perusahaan menjadi perusahaan persero yang berada di bawah Danantara akan membuka peluang optimalisasi bisnis bullion bank sebagai mesin pertumbuhan baru. Di tengah dinamika ekonomi global, minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat, mengingat karakteristiknya sebagai instrumen safe haven yang semakin mudah diakses melalui kanal digital perbankan.

Komitmen untuk Masa Depan

Ke depan, BSI berkomitmen untuk memperkuat inovasi dalam layanan bullion bank, memperluas literasi investasi emas syariah, serta meningkatkan kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem bank emas nasional. Selain itu, BSI juga berencana untuk memperluas pemanfaatan emas dalam perencanaan keuangan nasabah, termasuk untuk persiapan ibadah haji, kepemilikan rumah, dan tujuan finansial lainnya.

Dengan langkah-langkah ini, BSI berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian syariah di Indonesia dan meningkatkan akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman dan menguntungkan.

Deddy Corbuzier Ungkap Kesedihan Mendalam atas Kepergian Vidi Aldiano

Jakarta – Deddy Corbuzier, presenter dan pebisnis ternama Indonesia, menyampaikan rasa duka yang mendalam setelah mendengar kabar meninggalnya penyanyi muda berbakat, Vidi Aldiano. Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, Deddy mengungkapkan perasaannya yang sangat sakit dengan menuliskan, “My heart is broken, badly broken. You gone too soon, beautiful soul,” disertai ikon hati yang patah.

Unggahan tersebut mengisyaratkan kedekatan Deddy dan Vidi, serta rasa penyesalan Deddy karena tidak mengenal Vidi lebih lama. Kabar duka ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama penggemar musik tanah air yang telah mengenal Vidi selama bertahun-tahun.

Kolaborasi yang Berkesan

Vidi Aldiano dikenal luas tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai salah satu bintang tamu di podcast populer yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, yaitu Podhub. Podcast ini menjadi salah satu pilihan hiburan bagi masyarakat Indonesia, dengan format bincang-bincang yang santai dan obrolan yang mengalir. Deddy dan Vidi telah membangun chemistry yang kuat dalam program ini, membuat banyak pendengar merasa terhubung dengan keduanya.

Penyakit Kanker yang Diderita Vidi

Sebelum meninggal, Vidi Aldiano diketahui sedang berjuang melawan kanker ginjal yang sudah dideritanya selama enam tahun. Dia telah menjalani berbagai macam pengobatan, baik medis maupun alternatif, untuk memerangi penyakit yang mengganggu karier dan aktivitasnya sebagai entertainer. Dalam beberapa bulan terakhir, Vidi mengambil jeda dari dunia musik dan kegiatan hiburan lainnya untuk fokus pada proses penyembuhan.

Selama masa perawatannya, Vidi akti membagikan pengalaman dan perjalanan pengobatannya melalui media sosial, memberikan inspirasi bagi banyak penggemar yang mengikutinya. Dia juga kerap menerima dukungan dari rekan-rekannya di industri hiburan, termasuk Deddy Corbuzier, yang selalu mendoakan kesembuhannya.

Dampak Kepergian Vidi Aldiano

Kabar meninggalnya Vidi Aldiano bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan sahabat dekatnya, tetapi juga bagi industri musik Indonesia secara keseluruhan. Vidi adalah sosok yang menginspirasi banyak generasi muda dengan suara dan bakatnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di hati para penggemar yang telah menikmati karya-karyanya.

Vidi Aldiano juga dikenal sebagai figur yang humble dan dekat dengan penggemarnya. Dengan kepergiannya, banyak yang berharap agar industri musik Indonesia dapat melanjutkan warisan karya-karya yang telah dia tinggalkan. Melalui berbagai platform, banyak penggemar dan rekan artis menyampaikan belasungkawa dan mengenang momen-momen indah yang telah dibagikan bersama Vidi.

Kesimpulan

Kepergian Vidi Aldiano adalah sebuah kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia. Deddy Corbuzier, sebagai salah satu orang terdekatnya, menunjukkan betapa beratnya kehilangan ini. Vidi akan dikenang tidak hanya sebagai penyanyi berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki hati yang baik dan penuh semangat dalam menghadapi tantangan hidup. Mari kita doakan agar dia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan semoga masyarakat dapat mengambil hikmah dari perjuangan hidup yang telah ditunjukkan oleh Vidi Aldiano.

Bea Cukai Ungkap Laboratorium Narkotika di Bali, 2 WN Rusia Ditangkap

JAKARTA – Bea Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap sebuah laboratorium narkotika yang tersembunyi di Kabupaten Gianyar, Bali. Dalam operasi yang dilakukan, dua warga negara Rusia ditangkap karena diduga terlibat dalam produksi narkotika jenis mefedron di sebuah vila. Pengungkapan ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap arus barang lintas negara, terutama barang kiriman yang berpotensi menjadi bahan baku pembuatan narkotika.

Pentingnya Pengawasan Terhadap Narkotika

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menyatakan bahwa pengungkapan laboratorium narkotika ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap narkotika jadi, tetapi juga terhadap bahan kimia dan peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksinya. “Masyarakat perlu tahu bahwa kami terus berupaya mencegah peredaran narkotika,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Awal Penemuan Laboratorium Narkotika

Kasus ini terungkap pada 21 Januari 2026 ketika Bea Cukai Soekarno-Hatta menghentikan pengiriman barang dari China yang ditujukan ke Uluwatu, Bali. Paket tersebut berisi dua botol cairan yang mengandung zat Valerophenone dan 4’-Methylpropiophenone, yang diketahui sebagai bahan kimia untuk pembuatan narkotika. Temuan tersebut memicu pembentukan tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai dan BNN, serta bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT.

Operasi Penangkapan dan Penggeledahan

Setelah melakukan pemantauan dan pendalaman informasi sejak 28 Januari hingga 5 Maret 2026, tim gabungan akhirnya melakukan operasi pengungkapan pada 6 Maret 2026. Mereka menangkap seorang perempuan berinisial NT di Vila The Tetamian Bali, kemudian melanjutkan penggeledahan di Vila The Lavana De’Bale Marcapada. Di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai zat kimia dalam bentuk bubuk dan cair, serta narkotika golongan I jenis mefedron.

Sebagai bagian dari operasi tersebut, tim juga mengamankan seorang pria berinisial ST di Vila Rena’s Kubu. Di sana, mereka menemukan zat kimia cair yang diduga terkait dengan produksi narkotika. Dalam total, petugas menyita barang bukti yang mencakup 644 gram mefedron dalam bentuk kristal, 7.250 mililiter mefedron dalam bentuk cairan setengah jadi, serta bahan kimia padat dan cair yang digunakan dalam pembuatan mefedron.

Dampak Pengungkapan Terhadap Peredaran Narkotika

Menurut Syarif, pengungkapan laboratorium narkotika ini merupakan langkah penting dalam memutus rantai produksi narkotika di Indonesia. “Keberadaan laboratorium tersembunyi ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika tidak hanya berusaha menyelundupkan barang jadi, tetapi juga memproduksinya di dalam negeri. Pengungkapan ini dapat mencegah peredaran narkotika yang dapat merusak masyarakat sejak tahap produksi,” jelasnya.

Kesimpulan

Dengan adanya penangkapan dan pengungkapan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika dan pentingnya kerjasama antara pihak berwenang dalam memberantas peredaran narkotika. Upaya ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia dari ancaman narkotika yang semakin marak.

Pembatasan Angkutan Barang di Sumbar Mulai 13 Maret 2026

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan untuk memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang mulai 13 Maret 2026. Kebijakan ini sebagai langkah antisipatif untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026. Pengumuman ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor 550/86/DISHUB-SB/III/2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah melakukan berbagai persiapan bersama pihak terkait, untuk memastikan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan aman dan lancar. “Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat selama mudik tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dari kemacetan dan gangguan lalu lintas,” ujarnya.

Pembatasan Operasional Angkutan Barang

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedy Diantolani, mengungkapkan bahwa pembatasan operasional angkutan barang ini akan berlaku dari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini akan diterapkan di dua jalur utama, yaitu:

  • Jalur Padang–Solok–Kiliran Jao–batas Provinsi Jambi di Kabupaten Dharmasraya
  • Jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi–batas Provinsi Riau di Kabupaten Lima Puluh Kota

Pembatasan ini akan berlaku untuk kendaraan barang dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan, serta kendaraan pengangkut CPO, hasil tambang, dan bahan bangunan. Namun, kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak, hewan ternak, pupuk, dan bantuan untuk korban bencana alam tidak termasuk dalam pembatasan ini.

Manajemen Lalu Lintas dan Sistem Satu Arah

Pemerintah juga berencana untuk menerapkan sistem lalu lintas satu arah berbasis waktu pada jalur Padang–Padang Panjang, khususnya di kawasan Lembah Anai. Dedy menjelaskan bahwa sistem ini akan dibagi berdasarkan waktu:

  • Pukul 10.00 hingga 14.00 WIB: arus satu arah dari Padang ke Padang Panjang
  • Pukul 14.00 hingga 18.00 WIB: arus satu arah dari Padang Panjang ke Padang

Setiap pergantian waktu akan ada waktu steril untuk memastikan jalan benar-benar kosong sebelum arus berikutnya dibuka. Selama masa Angkutan Lebaran 2026, jalur Lembah Anai akan dibuka selama 24 jam mulai H-10 hingga H+10 lebaran, diperuntukkan bagi kendaraan ringan dan sepeda motor.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi semua pengaturan lalu lintas dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Hal ini demi kelancaran perjalanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus lalu lintas selama Lebaran dapat terkelola dengan baik dan meminimalisir kemacetan.

Dengan adanya pembatasan ini, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik serta menjaga keselamatan selama perjalanan. Kebijakan ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama momen penting ini.

Strategi Pengusaha Mal Hadapi Low Season Usai Lebaran 2026

Jakarta — Menjelang libur Lebaran Idulfitri 2026, pengusaha mal dan pusat perbelanjaan bersiap menyambut lonjakan kunjungan dan penjualan. Namun, tantangan besar menanti setelah periode liburan berakhir, yaitu musim sepi atau low season hingga akhir tahun.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa beberapa momentum belanja yang penting, seperti Imlek, Capgome, Ramadan, dan Idulfitri, berlangsung bertumpuk pada awal tahun. Hal ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan stok barang yang memadai.

“Kami perlu memikirkan strategi untuk tahun depan, terutama karena puasa dan Lebaran akan semakin dekat. Stok yang cukup harus tersedia sejak Januari agar bisa memenuhi permintaan hingga Maret,” ujar Budihardjo dalam konferensi pers di Mal Senayan City, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).

Budihardjo menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya agar mal dan pusat perbelanjaan tidak kehilangan momentum penjualan yang telah dibangun.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menghadapi low season yang berlangsung tahun ini. Pengelola mal berencana memanfaatkan libur sekolah pada awal Juni hingga Juli 2026 untuk meningkatkan penjualan melalui berbagai promosi menarik.

“Kami akan menyelenggarakan sejumlah acara belanja, termasuk Indonesia Shopping Festival pada bulan Agustus dan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata pada September hingga Oktober mendatang,” kata Alphonzus.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi antisipasi terhadap dampak low season yang cukup panjang. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus mendukung peritel untuk menjaga momentum penjualan yang ada.

Budi menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan acara BINA Lebaran 2026 yang direncanakan berlangsung dari 6 hingga 30 Maret 2026, dengan target transaksi sekitar Rp53 triliun. “Dengan demikian, peluang penjualan produk-produk dalam negeri akan meningkat, serta daya beli masyarakat juga akan terjaga,” tutup Budi.

Dampak terhadap Perekonomian Indonesia

Strategi yang diterapkan oleh pengusaha mal di Indonesia ini bukan hanya sekadar menghadapi tantangan musiman, tetapi juga berpotensi berdampak pada perekonomian nasional. Dengan meningkatnya transaksi selama Lebaran dan saat-saat promosi lainnya, diharapkan akan ada peningkatan daya beli masyarakat.

Selain itu, acara-acara belanja yang diselenggarakan juga dapat menarik perhatian wisatawan domestik, yang pada gilirannya akan mendongkrak sektor pariwisata dan perhotelan. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem belanja yang saling menguntungkan.

Kesimpulan

Menghadapi low season setelah Lebaran 2026, pengusaha mal di Indonesia diharapkan dapat berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman belanja yang menarik. Dengan berbagai strategi yang telah direncanakan, diharapkan sektor ritel dapat menghadapi tantangan yang ada dan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menhub Dukung Transformasi Sektor Penerbangan Indonesia

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya percepatan transformasi sektor penerbangan nasional, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri ini. Dalam pernyataannya, Dudy menyebut bahwa transformasi sektor penerbangan bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga suatu keharusan agar Indonesia dapat beradaptasi dengan dinamika global dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Dudy menekankan bahwa transformasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Hal ini memerlukan pendekatan strategis yang melibatkan semua pihak, mulai dari regulator, operator, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap proses perubahan berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.

Tantangan dan Isu dalam Sektor Penerbangan

Dalam era keterbukaan informasi saat ini, setiap gangguan layanan penerbangan, seperti keterlambatan penerbangan, bisa dengan cepat menjadi perhatian publik dan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan. Beberapa masalah yang sering disorot antara lain adalah keterlambatan penerbangan dan fasilitas bandara yang dianggap masih kurang optimal. Selain itu, pengalaman perjalanan penumpang juga perlu ditingkatkan untuk memperbaiki persepsi masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

Di sisi lain, sektor penerbangan juga menghadapi tantangan eksternal, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur yang berpengaruh pada biaya operasional, kebutuhan investasi dalam teknologi dan infrastruktur, serta tuntutan untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan yang semakin ketat.

Strategi Percepatan Transformasi Penerbangan

Melihat urgensi tersebut, percepatan transformasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional. Fokus transformasi ini berada pada peningkatan aspek keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara.

Pemerintah juga mendorong sejumlah strategi perubahan di sektor ini. Salah satunya adalah penguatan digitalisasi layanan penerbangan melalui konsep Smart Aviation. Harapannya, dengan digitalisasi ini, efisiensi dan kualitas pelayanan dapat meningkat secara menyeluruh.

Selain itu, ada juga pengembangan konsep airportpreneurship yang diharapkan menjadikan bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Dengan demikian, keberadaan bandara dapat memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi lokal.

Keselamatan dan Kolaborasi

“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan atau operasional,” tegas Dudy. Ia menambahkan, kolaborasi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar proses transformasi ini dapat berjalan optimal. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan sektor penerbangan Indonesia dapat tumbuh lebih baik dan memberikan layanan yang lebih memuaskan bagi masyarakat.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan industri penerbangan Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global, memberikan keuntungan baik bagi masyarakat maupun ekonomi negara.

MediaTek dan Starlink Luncurkan Layanan Peringatan Darurat Satelit

Bisnis.com, JAKARTA — MediaTek telah menjalin kerja sama dengan Starlink untuk menyediakan layanan pesan peringatan darurat melalui komunikasi satelit. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses informasi penting bagi pengguna ponsel di berbagai belahan dunia, terutama dalam situasi darurat.

Dengan teknologi ini, pengguna perangkat seluler dapat menerima notifikasi dari berbagai sistem peringatan, termasuk Commercial Mobile Alert System (CMAS), Wireless Emergency Alerts (WEA), serta Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS). Ini sangat relevan terutama saat bencana alam atau situasi yang dapat membahayakan nyawa terjadi.

“Kami memadukan kekuatan teknologi satelit kami dengan jaringan satelit Starlink untuk memberikan akses yang lebih luas terhadap peringatan darurat, yang sangat penting untuk keselamatan jiwa dalam keadaan kritis,” ungkap JC Hsu, Corporate Senior VP dan General Manager of the Wireless Communication Business Unit MediaTek, seperti yang dilaporkan oleh Bisnis pada Jumat (6/3/2026).

Inovasi di Mobile World Congress 2026

Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, MediaTek memperkenalkan layanan Starlink Mobile yang dioperasikan melalui modem MediaTek M90. Modem ini diakui sebagai modem 5G pertama di dunia yang dilengkapi dengan teknologi satelit bawaan.

Teknologi ini memanfaatkan fitur Direct to Cell dengan spektrum S-Band, memungkinkan perangkat seluler untuk menerima informasi kedaruratan secara cepat bahkan di area yang tidak terjangkau oleh jaringan seluler konvensional.

Implementasi Awal dan Statistik Pengguna

Kolaborasi ini awalnya diterapkan pada layanan WEA di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Selama masa darurat, lebih dari 4,4 juta pengguna telah terhubung dengan layanan Starlink Mobile untuk menerima peringatan penting terkait keselamatan.

“Solusi kami ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan cakupan seluler yang sering kali muncul pada saat bencana alam dan keadaan darurat lainnya. Ini merupakan langkah signifikan menuju penerapan komersial teknologi NR-NTN yang terstandarisasi,” jelas JC Hsu.

Teknologi Terkini MediaTek

Di MWC 2026, MediaTek juga memamerkan berbagai inovasi teknologi, termasuk dalam bidang komunikasi 6G, perangkat 5G-Advanced CPE dengan Wi-Fi 8, teknologi edge AI untuk smartphone dan IoT, konektivitas otomotif, serta teknologi pusat data generasi berikutnya.

Dengan tema AI For Life: From Edge to Cloud, para eksekutif MediaTek berdiskusi bersama mitra-mitra strategisnya mengenai upaya kolaboratif untuk memajukan visi MediaTek, terutama dalam bidang mobile, otomotif, dan AI.

Kesimpulan: Relevansi untuk Indonesia

Kerjasama antara MediaTek dan Starlink ini membawa angin segar bagi perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia. Dengan potensi bencana alam yang tinggi, layanan peringatan darurat melalui satelit dapat menyelamatkan banyak nyawa. Hal ini menjadi penting, mengingat Indonesia terletak di wilayah rawan bencana. Inisiatif ini diharapkan dapat diterapkan di tanah air, memberikan akses informasi yang lebih baik dan cepat kepada masyarakat dalam situasi kritis.

Permintaan Mobil Bekas Diprediksi Naik Jelang Lebaran 2026

Jakarta – PT Astra Digital Mobil (ADMO) yang dikenal dengan brand OLXmobbi memproyeksikan adanya peningkatan permintaan mobil bekas menjelang Lebaran 2026. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk kendaraan yang nyaman dalam perjalanan mudik.

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa bulan Ramadan dan Lebaran secara historis menjadi momen penting bagi pasar mobil bekas di Indonesia. Kenaikan ini terlihat dari data tahun sebelumnya, di mana penjualan mobil bekas di platform OLXmobbi meningkat sekitar 24% dalam sepekan menjelang Lebaran dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

“Di platform OLX, peminatnya naik hingga 22%, sementara di OLXmobbi, angka pembelian kembali mendekati rata-rata penjualan normal,” ucap Agung di Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Penyebab Kenaikan Permintaan

Agung menambahkan, fenomena naiknya penjualan mobil bekas menjelang Lebaran tidak terlepas dari pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima para karyawan. Dana tambahan ini sering digunakan untuk membeli kendaraan yang lebih nyaman, terutama untuk mendukung perjalanan mudik dan silaturahmi saat Lebaran.

Tren Mobil Bekas di Indonesia

Data dari OLX menunjukkan bahwa kendaraan keluarga tetap menjadi pilihan utama. Segmen mobil Multi-Purpose Vehicle (MPV) tercatat mendominasi dengan pangsa pasar sekitar 22,2%. Diikuti oleh Sport Utility Vehicle (SUV) sebesar 21,7%, dan hatchback yang berkontribusi sekitar 17%.

Dalam hal model, beberapa kendaraan yang paling dicari selama periode ini adalah Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Honda CR-V, dan Honda HR-V. Dalam kategori merek, Toyota masih menjadi pilihan utama dengan tingkat loyalitas konsumen yang tinggi, diikuti oleh Honda dan Suzuki.

Program Penjualan dari OLXmobbi

Untuk menyambut meningkatnya minat terhadap mobil bekas, OLXmobbi telah menyiapkan sejumlah program penjualan. Salah satunya adalah Mega Weekend Sale yang akan berlangsung dari 6 hingga 8 Maret 2026. Dalam acara ini, pelanggan dapat menikmati berbagai promo, seperti potongan harga hingga Rp25 juta, uang muka mulai dari Rp3 juta, dan cashback sampai dengan Rp4 juta. Program ini berlaku di berbagai gerai OLXmobbi yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, dan Balikpapan.

Perkembangan Penjualan Mobil Bekas

Agung mengungkapkan bahwa OLXmobbi mengalami pertumbuhan positif meskipun industri otomotif menghadapi tantangan pada tahun lalu. “Kami mencatat total volume penjualan mencapai sekitar 33.000 unit pada 2025, meningkat sekitar 20% dari tahun sebelumnya yang hanya 27.000 unit,” tuturnya.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis tersebut, jelas bahwa menjelang Lebaran 2026, permintaan mobil bekas di Indonesia diperkirakan akan meningkat. Hal ini didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk kendaraan yang nyaman dalam perjalanan mudik dan didukung oleh pencairan THR. Program penjualan yang ditawarkan oleh OLXmobbi juga memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memilih kendaraan idaman mereka.

Gubernur Luthfi Resmi Lantik Direksi Baru Bank Jateng

SEMARANG – Bank Jateng mencatatkan momen penting dalam sejarah operasionalnya dengan pelantikan jajaran pengurus baru yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis (5/3/2026). Pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank Jateng dan menandai langkah baru bagi bank milik pemerintah daerah ini dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Susunan Jajaran Direksi Baru

Dalam pelantikan kali ini, posisi Direktur Utama dijabat oleh Bambang Widyatmoko, menggantikan Irianto Harko Saputro yang telah berhasil membawa Bank Jateng mencapai target-target strategis tahun 2025. Selain itu, Adnas ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen, didampingi oleh Darsono dan Sumarno sebagai Komisaris.

Direksi Bank Jateng juga kini diisi oleh profesional yang berpengalaman dalam bidangnya, antara lain Mas Waris sebagai Direktur Bisnis Kelembagaan dan UUS, Bambang Ristianto sebagai Direktur Keuangan, Eko Tri Prasetyo sebagai Direktur Digital dan Bisnis Konsumer, Anna Kusumarita sebagai Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM, serta Erik Abibon sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Penunjukan Dr. H. Tafsir, M.Ag dan Dr. H. Nur Fatoni, M.Ag sebagai Dewan Pengawas Syariah juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat aspek syariah di bank ini.

Pencapaian dan Tren Positif Bank Jateng

Pelantikan tersebut berlangsung di tengah tren positif yang ditunjukkan oleh Bank Jateng. Berdasarkan laporan tahun buku 2025, bank ini berhasil mencapai jumlah aset sebesar Rp100,07 triliun, meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan stabilitas finansial, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar terhadap institusi perbankan daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bank Jateng. Ia menekankan bahwa kesehatan bank saat ini berada pada tingkat yang sangat baik, dan pencapaian aset di atas Rp100 triliun menunjukkan bahwa fungsi intermediasi bank di Jawa Tengah berjalan efektif dan transparan. “Bank Jateng menjadi salah satu bank yang tersehat, ekspansi bisnis juga terus berkembang, dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Luthfi.

Indikator Keberhasilan Lainnya

Selain pertumbuhan aset yang signifikan, indikator profitabilitas juga menunjukkan tren positif. Laba bersih Bank Jateng tercatat mencapai Rp1,42 triliun, meningkat sebesar 11,57% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan laba ini mencerminkan efisiensi operasional serta keberhasilan strategi penyaluran kredit yang telah diterapkan oleh manajemen sebelumnya.

Dari sisi penghimpunan dana, kepercayaan masyarakat tercermin dari pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp80,54 triliun, memberikan ruang likuiditas yang cukup untuk mendukung pembangunan daerah melalui penyaluran kredit. Realisasi penyaluran kredit Bank Jateng hingga akhir periode laporan terakhir mencapai Rp64,21 triliun.

Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Gubernur Luthfi mengingatkan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari ekspansi yang lebih luas. Stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada kekuatan bank pembangunan daerah dalam menggerakkan sektor UMKM dan proyek-proyek strategis. “Pencapaian aset melampaui Rp100,07 triliun ini adalah bukti bahwa kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan fungsi intermediasi bank berjalan dengan sangat baik,” tutup Luthfi.