Kedatangan Jenazah Kopda Farizal Dihormati di Yogyakarta

Jenazah Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon diperkirakan tiba di Yogyakarta melalui Landasan Udara Adisutjipto pada malam hari, Sabtu, 4 April 2026. Kehadiran jenazah ini menjadi perhatian khusus, mengingat Farizal merupakan prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo Budi Revita dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, sudah hadir di area utama Base Operasional Lanud Adisutjipto untuk memberikan penghormatan terakhir. Pantauan Tempo menunjukkan bahwa kedatangan mereka menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara sekitar pukul 20.52 WIB.

Upacara Penghormatan di Lanud Adisutjipto

Menurut informasi yang diperoleh, rencananya akan ada upacara penghormatan sebelum jenazah Farizal dibawa ke rumah duka yang terletak di Dukuh Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Setelah upacara, jenazah akan diantar ke rumah duka sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Wates Kulon Progo pada Minggu, 5 April.

Farizal, yang merupakan anggota satuan Yonif 133/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, gugur pada Minggu, 29 Maret 2026, saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Atas jasa dan pengorbanannya, ia diberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua Anumerta.

Pegangan Keluarga dan Makna Pemakaman

Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah-Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menyatakan bahwa almarhum Farizal berhak mendapatkan pemakaman di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dari negara. “Kami menyarankan kepada keluarga agar Farizal dimakamkan di TMP demi kehormatan dan simbol negara,” ujar Dimar.

Noor Khodik, ayah mertua Farizal, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memakamkan almarhum di taman makam pahlawan diambil setelah pertemuan keluarga. “Setelah kami berembug, pihak keluarga sepakat untuk memakamkan di makam pahlawan,” katanya.

Kakak ipar Farizal, Fitra Abdul Aziz, menambahkan bahwa pemilihan lokasi makam diharapkan dapat memberikan warisan moral bagi anak-anak almarhum. “Kami berharap anak-anaknya dapat merasa bangga mengetahui bahwa ayahnya adalah salah satu pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk perdamaian dunia,” ungkapnya.

Harapan Keluarga dan Pemerintah

Fitra juga menekankan pentingnya pengakuan dari pemerintah dalam proses pemulangan almarhum. “Kami berharap pemerintah terus melakukan upaya diplomatik yang kuat untuk mempercepat pemulangan, mengingat almarhum sudah cukup lama berada di luar negeri,” tuturnya.

Dengan segala penghormatan yang diberikan, kedatangan jenazah Kopda Farizal menjadi simbol pengabdian dan pengorbanan yang luar biasa bagi bangsa dan negara. Upacara penghormatan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian.

How Mood Food Is Designed to Boost Mental Wellness Through Nutrition

Introduction

In recent years, there has been a growing recognition of the connection between diet and mental health. The concept of “mood food” has gained popularity as people seek ways to improve their mental wellness through nutrition. By understanding how certain foods can impact our mood and overall well-being, we can make more informed choices about what we eat.

The Impact of Nutrition on Mental Health

Research has shown that the food we eat can have a significant impact on our mental health. Certain nutrients, such as omega-3 fatty acids, antioxidants, and vitamins B and D, play a key role in supporting brain function and regulating mood. Conversely, a diet high in processed foods, sugar, and unhealthy fats has been linked to an increased risk of mental health disorders such as depression and anxiety.

To learn more about how nutrition affects mental wellness, visit Harvard Health Publishing, a reputable source for health information.

The Science Behind Mood Food

“Mood food” refers to foods that contain nutrients known to support mental well-being. For example, foods rich in omega-3 fatty acids, such as salmon, walnuts, and flaxseeds, have been shown to help reduce symptoms of depression and anxiety. Similarly, foods high in antioxidants, like berries, dark chocolate, and leafy greens, can protect the brain from oxidative stress and inflammation.

To delve deeper into the science behind mood food, visit Psychology Today.

How Mood Food Is Designed to Boost Mental Wellness

Mood food is carefully curated to provide the nutrients our brains need to function optimally and support good mental health. By including a variety of foods rich in essential nutrients, such as fruits, vegetables, whole grains, and lean proteins, we can create a balanced diet that promotes positive mood and overall well-being.

One great example of mood food is the Spudnut Shop’s Mood Food Menu. This menu is specifically designed to boost mental wellness through nutrition, offering a wide range of delicious and nutritious options.

To discover more about how the Spudnut Shop’s Mood Food Menu can enhance your mental wellness, visit The Spudnut Shop.

Conclusion

In conclusion, mood food plays a crucial role in supporting mental wellness through nutrition. By incorporating a variety of nutrient-rich foods into our diets, we can nourish our brains and bodies, leading to improved mood, better mental health, and overall well-being. So next time you sit down to eat, remember the impact that food can have on your mental wellness and choose wisely.

Industri Semen Indonesia Tertekan Oversupply, Penjualan 2026 Terancam

JAKARTA — Prospek industri semen di Indonesia untuk tahun 2026 masih akan tertekan oleh masalah kelebihan pasokan (oversupply) yang belum sepenuhnya teratasi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi), Lilik Unggul Raharjo, kondisi ini mengakibatkan potensi pertumbuhan permintaan semen di tahun tersebut semakin terbatas.

Saat ini, industri semen nasional menghadapi tantangan akibat tingginya stok yang tidak terjual di pasar domestik. Kelebihan pasokan ini terjadi karena pertumbuhan sektor konstruksi yang tidak sepesat yang diharapkan, ditambah dengan dampak dari ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi.

Faktor Penyebab Oversupply

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap oversupply ini antara lain adalah kurangnya proyek infrastruktur besar yang diharapkan bisa meningkatkan permintaan semen. Meskipun pemerintah telah berupaya untuk mendorong pembangunan infrastruktur, namun hasilnya belum cukup signifikan untuk mengangkat permintaan semen nasional.

Selain itu, dengan adanya kondisi pasar global yang tidak menentu, investor menjadi lebih berhati-hati dalam menggelontorkan dana untuk proyek-proyek konstruksi. Hal ini berimbas pada penurunan kebutuhan akan semen yang berakibat pada bertumpuknya stok di pabrik-pabrik semen.

Dampak terhadap Sektor Konstruksi

Dengan adanya masalah oversupply ini, sektor konstruksi di Indonesia berpotensi mengalami stagnasi. Banyak pengembang yang mungkin akan menunda proyek baru hingga situasi pasar membaik, yang tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Penurunan aktivitas di sektor konstruksi juga dapat mempengaruhi lapangan pekerjaan, karena banyak tenaga kerja yang bergantung pada proyek-proyek konstruksi.

Dalam jangka pendek, kelebihan pasokan dapat menyebabkan penurunan harga semen di pasar. Meskipun hal ini mungkin menguntungkan bagi konsumen dan pengembang, namun bagi para produsen, penurunan harga dapat menekan margin keuntungan dan memicu ketidakstabilan di industri semen.

Kesiapan Menghadapi Tantangan

Menghadapi tantangan ini, para pelaku industri semen diharapkan dapat melakukan inovasi dan penyesuaian dalam strategi bisnis mereka. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Selain itu, diversifikasi produk juga menjadi kunci untuk menarik pasar yang lebih luas.

Pemerintah juga diharapkan dapat memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor konstruksi, terutama dalam hal penciptaan proyek-proyek infrastruktur yang dapat meningkatkan kebutuhan semen di pasar.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, industri semen Indonesia pada 2026 masih dihadapkan pada tantangan yang serius akibat oversupply. Dengan langkah-langkah yang tepat, baik dari pelaku industri maupun pemerintah, diharapkan kondisi ini dapat teratasi dan pertumbuhan pasar semen kembali stabil.

Laba Medco Energi Anjlok 72% Jadi Rp1,7 Triliun di 2025

Jakarta – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2025, mencatatkan laba bersih sebesar US$101 juta atau setara Rp1,72 triliun. Angka ini mengalami penurunan drastis hingga 72,48% dibandingkan dengan laba pada tahun 2024 yang mencapai US$367 juta.

Penyebab Penurunan Laba

Pihak Medco mengungkapkan bahwa penurunan laba ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kontribusi yang lebih rendah dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Selain itu, nilai aset non-kas yang menurun, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas juga berkontribusi pada penurunan ini.

Rincian Kinerja Keuangan

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, Medco masih mencatatkan EBITDA sebesar US$1.264 juta, yang tetap konsisten dengan capaian tahun sebelumnya. Harga minyak rata-rata turun 15% dari US$78 per barel menjadi US$67 per barel, sementara harga gas juga melemah dari US$7,0 menjadi US$6,8 per MMBtu.

CEO Medco, Roberto Lorato, dalam keterangan resminya menyatakan, “Kami membukukan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham, dengan total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%. Kami juga berhasil memberikan pengembalian sebesar US$110 juta kepada pemegang saham, seiring tercapainya target produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd serta penjualan listrik sebesar 4.371 GWh.”

Investasi dan Utang

Medco juga mencatatkan belanja modal sebesar US$437 juta, di mana biaya produksi minyak dan gas tercatat sebesar US$8,6 per boe. Namun, utang konsolidasi perusahaan meningkat menjadi US$3.646 juta, yang utamanya digunakan untuk membeli FPSO Marlin Natuna guna memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel di South Natuna Sea Block B, serta mendanai proyek pengembangan energi terbarukan.

Kinerja Produksi Energi

Sepanjang tahun 2025, Medco berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas menjadi 156 mboepd. Kenaikan ini didukung oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, serta kinerja yang terus meningkat di Oman Block 60. Perusahaan juga menutup tahun dengan total produksi lebih dari 170 mboepd.

Untuk mendukung peningkatan produksi, Medco mengalokasikan belanja modal sebesar US$402 juta, yang digunakan untuk mencapai rekor produksi baru di Oman Block 60 dan mengembangkan Lapangan Terubuk serta proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.

Pendapatan dari Sektor Ketenagalistrikan

Dalam sektor ketenagalistrikan, Medco mencatatkan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, di mana 25% berasal dari sumber energi terbarukan. Belanja modal yang dialokasikan untuk sektor ini mencapai US$35 juta, digunakan untuk commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen dan PLTS Bali Timur.

Outlook 2026

Melihat ke depan, Medco menargetkan produksi migas pada 2026 dapat mencapai kisaran 165-170 mboepd dan penjualan listrik meningkat menjadi 4.550 GWh. Perusahaan telah menyiapkan belanja modal sebesar US$415 juta untuk sektor migas dan US$15 juta untuk sektor ketenagalistrikan.

Di sisi lain, anak usaha Medco, Amman Mineral Internasional, juga mencatatkan produksi konsentrat sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pound tembaga dan 102.800 ounce emas, serta pemurnian lebih lanjut dari 176 juta pound katoda tembaga dan 124.700 ounce emas.

Kesimpulan

Kinerja keuangan Medco Energi di tahun 2025 menunjukkan tantangan yang signifikan dengan anjloknya laba bersih. Namun, strategi investasi yang berkelanjutan dan peningkatan produksi di sektor migas dan ketenagalistrikan dapat menjadi kunci untuk memulihkan kinerja perusahaan di tahun-tahun mendatang.

Pengusaha Smelter Nikel Minta Penundaan Kenaikan HPM

Jakarta – Pengusaha smelter nikel di Indonesia mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menunda dan mengevaluasi rencana kenaikan harga patokan mineral (HPM) serta penerapan bea keluar pada produk hilirisasi. Permintaan ini disampaikan oleh Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) yang menilai bahwa kebijakan tersebut dapat menambah beban bagi industri pengolahan dan pemurnian nikel yang kini tengah menghadapi tantangan berat.

Ketua Umum FINI, Arif Perdanakusuma, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa industri smelter nikel saat ini berada dalam fase kritis. Hal ini disebabkan oleh berbagai tekanan yang muncul akibat dinamika konflik geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi global yang signifikan. Biaya operasional yang meningkat ini semakin diperburuk oleh keterbatasan pasokan bahan baku, khususnya sulfur, yang merupakan komponen penting dalam proses produksi smelter nikel.

Kenaikan Biaya Operasional

Arif menjelaskan bahwa 75%-80% pasokan sulfur untuk industri smelter di Indonesia berasal dari Timur Tengah. Saat ini, biaya sulfur telah meningkat menjadi 30-35% dari total biaya operasional smelter, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 25%. Kenaikan ini jelas memberikan dampak yang signifikan terhadap margin keuntungan para pengusaha di sektor ini.

Dampak Kebijakan Bea Keluar

Lebih lanjut, FINI mengungkapkan kekhawatiran terkait rencana pengenaan bea keluar terhadap produk hilirisasi. Menurut mereka, seharusnya bea keluar diterapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri atas komoditas mentah, bukan pada produk hasil pengolahan yang justru mendukung kebijakan hilirisasi nasional.

“Jika harga bahan baku bijih nikel naik melalui HPM, sementara produk hilir dikenakan bea keluar, industri hilirisasi nikel akan tertekan dari dua sisi. Ini bisa menghambat dan memperlambat proses hilirisasi nikel Indonesia,” ungkap Arif. Oleh karena itu, FINI meminta pemerintah untuk melakukan penyesuaian kebijakan yang responsif terhadap dinamika global, terutama dalam hal energi dan rantai pasok.

Permintaan untuk Peninjauan Kebijakan

FINI juga menyerukan agar pemerintah meninjau ulang kebijakan kuota bahan baku agar selaras dengan kebutuhan industri, serta menjaga tingkat utilisasi produksi. Ketersediaan energi dan bahan pendukung industri, termasuk BBM, batu bara, dan sulfur, harus dijamin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas rantai pasok nasional.

“Dunia usaha tetap mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional. Namun, sinergi kebijakan yang lebih kuat diperlukan agar industri bisa bertahan dan tetap kompetitif di tengah tekanan global yang semakin kompleks,” tambah Arif.

Kebutuhan Kebijakan Konsisten

Arif mengingatkan bahwa hilirisasi tidak hanya sekadar membangun smelter, tetapi juga memerlukan kebijakan yang konsisten, pasokan bahan baku yang memadai, biaya yang kompetitif, dan dukungan dari kebijakan fiskal yang tepat. Tanpa langkah cepat dan terukur, tekanan yang ada berisiko menurunkan kinerja industri, mengurangi penyerapan tenaga kerja, dan melemahkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kesimpulan

Dengan tantangan yang dihadapi, penting bagi pemerintah untuk mendengarkan suara pengusaha dan mempertimbangkan dampak dari kebijakan yang akan diterapkan. Hanya dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, industri smelter nikel Indonesia dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Gut Health Focused Menus Featuring Probiotic Rich Foods and Drinks

Introduction

In recent years, the importance of gut health has gained significant attention in the world of nutrition and overall wellness. An increasing number of individuals are seeking ways to improve their gut health through diet, leading to the rise of menus focused on probiotic-rich foods and drinks. These menus are designed to enhance the balance of good bacteria in the gut, which is essential for digestion, immunity, and overall health.

The Role of Probiotics in Gut Health

Probiotics are live bacteria and yeasts that are beneficial for gut health. They help maintain a healthy balance of gut flora, which is crucial for digestion and absorption of nutrients. Probiotics also play a key role in supporting the immune system and reducing inflammation in the gut. Incorporating probiotic-rich foods and drinks into your diet can help promote a healthy gut microbiome and overall well-being.

Probiotic Rich Foods

  1. Yogurt: Yogurt is one of the most well-known sources of probiotics. Look for varieties that contain live and active cultures for maximum benefit.
  2. Kefir: Kefir is a fermented milk drink that is rich in probiotics. It has a tangy flavor and can be enjoyed on its own or used in smoothies and other recipes.
  3. Sauerkraut: Sauerkraut is a type of fermented cabbage that is packed with probiotics. It can be used as a condiment or added to dishes for a flavorful probiotic boost.
  4. Kimchi: Kimchi is a Korean dish made from fermented vegetables, typically cabbage and radishes. It is spicy and tangy, making it a delicious way to add probiotics to your diet.
  5. Kombucha: Kombucha is a fermented tea drink that is gaining popularity for its probiotic content. It comes in a variety of flavors and can be enjoyed as a refreshing beverage.

Probiotic Rich Drinks

  1. Kefir Smoothie: Blend kefir with fruits, greens, and other ingredients to create a delicious and nutritious probiotic-rich smoothie.
  2. Probiotic Shots: Take a daily shot of probiotic-rich drink to quickly boost your gut health and support digestion.
  3. Kombucha Mocktails: Mix kombucha with fruit juices and herbs to create fun and fizzy probiotic mocktails for a refreshing treat.

Conclusion

Incorporating probiotic-rich foods and drinks into your diet is a simple and tasty way to support your gut health. By including these items in your meals and snacks, you can help maintain a healthy balance of gut bacteria and promote overall well-being. Check out Gut Health Focused Menus Featuring Probiotic Rich Foods and Drinks for more delicious and nutritious options.

Links:
1. Mayo Clinic – Probiotics
2. Healthline – 11 Probiotic Foods That Are Super Healthy
3. WebMD – What Are Probiotics?

Jusuf Kalla Bantah Kabar Terbang ke Iran, Fokus Dialog ASEAN

Jakarta — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, atau yang akrab disapa JK, baru-baru ini dikabarkan tengah melakukan perjalanan ke Iran. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Juru Bicara JK, Husain Abdullah. Menurut Husain, video yang beredar di media sosial yang menunjukkan JK berada di dalam pesawat tidak mencerminkan kebenaran.

Husain menegaskan bahwa saat ini JK sedang berada dalam rangka menghadiri serangkaian acara dialog mengenai perdamaian yang diselenggarakan di beberapa negara ASEAN antara tanggal 25 hingga 28 Maret 2026. “Pak JK tidak ke Teheran, tetapi ke beberapa negara ASEAN untuk menghadiri undangan dialog tentang perdamaian. Dia didampingi oleh Prof. Hamid Awaludin,” ujarnya ketika dihubungi pada Kamis (26/3/2026).

PMI Siapkan Bantuan Kemanusiaan untuk Iran

Sementara itu, Husain juga mengklarifikasi bahwa organisasi yang akan melakukan perjalanan ke Iran dalam misi kemanusiaan adalah Palang Merah Indonesia (PMI). Organisasi yang dipimpin oleh JK ini saat ini tengah mempersiapkan pengiriman bantuan berupa obat-obatan yang dijadwalkan akan dikirimkan ke Iran pada awal April 2026.

“Secara terpisah, PMI memang sedang mempersiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan ke Iran, awal April depan,” tambahnya. Husain menekankan bahwa pengiriman bantuan dari PMI ini tidak ada hubungannya dengan agenda kunjungan JK ke negara-negara ASEAN.

Ketegangan di Timur Tengah dan Dampaknya

Perlu dicatat bahwa ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi Indonesia. Jusuf Kalla, dalam beberapa kesempatan, telah menyampaikan keprihatinannya terkait dampak krisis ini, termasuk kemungkinan kenaikan harga minyak yang dapat mempengaruhi logistik di Indonesia.

“Kenaikan harga minyak dan gangguan terhadap logistik bisa terjadi akibat ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan Iran. Ini tentunya akan berdampak pada perekonomian kita,” ungkap JK. Hal ini menegaskan bahwa meskipun dia tidak melakukan perjalanan ke Iran, situasi di negara tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi Indonesia.

Kesimpulan

Kunjungan Jusuf Kalla ke negara-negara ASEAN untuk dialog perdamaian menunjukkan komitmen Indonesia dalam berkontribusi terhadap stabilitas dan keamanan kawasan. Di saat yang sama, misi kemanusiaan PMI ke Iran menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di sana. Meskipun tidak terbang ke Iran, perhatian JK terhadap situasi di Timur Tengah dan dampaknya bagi Indonesia tetap penting untuk diperhatikan.

Khofifah Kumpulkan Kepala Daerah Jatim untuk Mitigasi Dampak Perang

Pertemuan Strategis di Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengadakan pertemuan dengan seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan pandangan dan merumuskan kebijakan yang adaptif serta responsif terhadap kondisi geopolitik global yang semakin memanas, terutama setelah terjadinya konflik bersenjata di Jazirah Arab.

Dampak Geopolitik Global

Khofifah menyampaikan bahwa dinamika geopolitik yang terjadi saat ini berpotensi menimbulkan gangguan pada rantai pasok, fluktuasi harga energi, serta inflasi yang harus diantisipasi secara kolektif oleh semua pemangku kepentingan. “Kita harus memahami bahwa dampak dari geopolitik ini akan mempengaruhi sektor energi, pangan, dan logistik, sehingga menjadi risiko nyata yang perlu kita hadapi bersama,” ujarnya di hadapan para kepala daerah pada Kamis (26/3/2026).

Strategi Ketahanan Ekonomi Jatim

Dalam menghadapi tantangan global ini, Khofifah menekankan pentingnya penguatan ketahanan dan peningkatan kapasitas adaptasi di daerah. Ia menegaskan bahwa tantangan yang ada tidak hanya sebatas bertahan, tetapi juga bagaimana menjadikan Jawa Timur sebagai daerah yang resilien, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang di tengah dinamika global yang ada.

Jawa Timur berperan penting dalam perekonomian nasional, menyumbangkan 25,29% terhadap ekonomi Pulau Jawa dan 14,40% terhadap ekonomi nasional. Pada tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur diperkirakan mencapai Rp3.403,17 triliun dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33%, didukung oleh sekitar 23,8 juta pekerja.

Investasi dan Logistik di Jatim

Kinerja investasi di Jawa Timur menunjukkan tren yang positif, dengan kontribusi sebesar 7,5% terhadap total investasi nasional, menempatkannya sebagai peringkat ketiga se-Indonesia. Pada triwulan IV tahun 2025, investasi di Jawa Timur tumbuh 31,6% secara kuartalan dan 11,4% secara tahunan, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap tinggi.

Jawa Timur juga berfungsi sebagai simpul distribusi nasional dengan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani 24 dari 41 rute tol laut dan menyuplai hampir 80% logistik ke 19 provinsi di Indonesia Timur. Dukungan infrastruktur seperti 7 bandara, 37 pelabuhan, dan 12 ruas jalan tol semakin memperkuat posisi Jatim di sektor logistik.

Ketahanan Pangan dan Energi

Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi padi dan beras tertinggi di Indonesia. Cadangan beras pemerintah di Jatim tercatat mencapai 825,36 ton, didukung oleh populasi ternak terbesar di tanah air. Khofifah menekankan bahwa menjaga ketahanan pangan adalah suatu keharusan strategis, agar Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan dalam krisis pangan tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan ekosistem pangan dari hulu ke hilir melalui peningkatan produksi, optimalisasi lahan, dan penguatan distribusi melalui program Jatim Agro-Hub. Stabilisasi harga juga dilakukan rutin melalui operasi pasar dan pasar murah di 38 kabupaten/kota, serta optimalisasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Energi Terbarukan dan Tantangan ke Depan

Dalam sektor energi, Khofifah memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Namun, ia juga mengingatkan bahwa volatilitas harga energi global tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi ke depan. Untuk pengembangan jangka panjang, Pemprov Jatim terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total kapasitas mencapai 709,13 Megawatt (MW).

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh Gubernur Khofifah dan pemerintah daerah di Jawa Timur mencerminkan upaya untuk menghadapi tantangan global dan menjaga ketahanan ekonomi serta pangan di tengah ketidakpastian yang ada.

Indef: Kesempatan Percepatan B50 Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah

Jakarta, Bisnis.com — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah memberikan peluang bagi Indonesia untuk mempercepat implementasi program biodiesel B50. Program ini merupakan kombinasi bahan bakar yang terdiri dari 50% biodiesel dan 50% solar. Menurut Direktur Kolaborasi Internasional Indef, Imaduddin Abdullah, lonjakan harga minyak fosil akibat perang justru mempersempit selisih harga antara diesel konvensional dan biodiesel sawit.

“Ini berarti biaya subsidi untuk meningkatkan campuran biodiesel menjadi lebih ringan,” ungkap Imaduddin dalam wawancara dengan Bisnis pada Kamis (26/3/2026).

Risiko dan Tantangan di Balik Peluang

Namun, Imaduddin juga mengingatkan bahwa terdapat risiko yang harus diwaspadai, terutama jika gangguan ekspor berlangsung dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan pasokan minyak sawit mentah (CPO) di tangki penyimpanan, yang berpotensi menekan harga di pasar domestik.

Peristiwa serupa terjadi pada tahun 2022 ketika larangan ekspor CPO diberlakukan, yang mengakibatkan kelebihan pasokan di dalam negeri dan penurunan harga. Imaduddin menegaskan bahwa risiko utama ekspor CPO dalam jangka panjang mencakup gangguan sistemik pada jalur pelayaran global yang menjadi rute utama ke Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Dampak Ekonomi Global dan Permintaan Ekspor

Perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang seperti China dan India akibat peningkatan biaya energi juga berpotensi berimbas pada permintaan ekspor Indonesia. Sementara itu, dari sisi domestik, produksi sawit yang stagnan di kisaran 54 hingga 56 juta ton per tahun dalam lima tahun terakhir, serta ancaman El Nino pada paruh kedua 2026, dapat semakin menekan output produksi.

Imaduddin memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan penurunan volume pengiriman CPO, yang disebabkan oleh lonjakan biaya logistik dan gangguan jalur pelayaran global. “Jika jalur pelayaran internasional terganggu, aktivitas ekspor akan terhambat. Meskipun ada jalur alternatif, biaya yang dikenakan jauh lebih tinggi,” tuturnya.

Neraca Perdagangan Indonesia dan Kenaikan Harga CPO

Meskipun terdapat tantangan, Imaduddin mengatakan bahwa nilai ekspor Indonesia masih memiliki potensi untuk bertahan karena didukung oleh harga tinggi. Di samping itu, pemerintah juga menaikkan tarif pungutan ekspor CPO mulai 1 Maret 2026, yang dapat menambah beban bagi eksportir di tengah tingginya biaya logistik.

Harga CPO sendiri mengalami lonjakan signifikan, dari sekitar US$1.300 per metrik ton (MT) pada awal Januari menjadi hampir US$2.000 per MT pada awal Maret. Kenaikan ini didorong oleh hubungan harga CPO dengan minyak mentah, yang merupakan bahan baku biodiesel. Namun, di sisi permintaan, terdapat risiko pelemahan karena tingginya harga dapat membuat importir menunda pembelian.

“Banyak negara importir menunda pembelian karena biaya logistik dan asuransi meningkat hingga 50%, dan mereka menunggu stabilitas harga sebelum melakukan kontrak baru,” jelas Imaduddin.

Kesimpulan

Indef mencatat bahwa dampak langsung dari konflik Timur Tengah terhadap neraca dagang Indonesia relatif terbatas, mengingat porsi ekspor ke kawasan tersebut hanya sekitar 4,2% dari total ekspor nasional. Namun, dampak tidak langsungnya lebih signifikan. Kenaikan harga energi dapat memicu inflasi dan menekan neraca perdagangan Indonesia karena biaya impor yang membengkak. Oleh karena itu, meskipun peluang percepatan B50 terbuka, pemerintah dan pelaku usaha harus tetap waspada terhadap risiko yang dapat mengganggu stabilitas pasar dan ekonomi nasional.

Bandara Soekarno-Hatta Siap Sambut Puncak Arus Balik Lebaran

TEMPO.CO, Jakarta – Operator bandara milik negara, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), memprediksi bahwa puncak arus balik mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dan gelombang kedua pada Sabtu, 28 Maret 2026.

“Hari ini kami memperkirakan akan melayani 190.000 penumpang, namun puncak arus balik diprediksi masih akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret,” ujar Heru Karyadi, Manajer Umum Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa, 24 Maret 2026.

Pergerakan penumpang pada 28 Maret 2026 diperkirakan akan mencapai 198.387 orang melalui 1.221 penerbangan. Rute penerbangan yang menyumbang lonjakan terbesar selama periode transportasi Lebaran ini adalah tujuan domestik seperti Denpasar, Medan, Makassar, dan Surabaya. Sementara itu, untuk rute internasional, tujuan paling populer tetap Singapore dan Kuala Lumpur.

Heru menambahkan bahwa meskipun terjadi lonjakan trafik yang signifikan, operasional bandara tetap berjalan lancar berkat koordinasi antar lembaga yang diperkuat dan optimalisasi layanan di seluruh area terminal Soekarno-Hatta.

Selama periode dari Sabtu, 14 Maret 2026 (D-7), hingga Selasa (D+3 Lebaran 2026), total volume pergerakan penumpang telah mencapai 1.983.067 orang.

Heru mencatat bahwa 1,9 juta penumpang ini dilayani oleh 13.184 pergerakan pesawat atau meningkat 5,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 (sebelum pandemi Covid-19), yang dijadikan patokan untuk periode pemulihan normal.

“Hingga hari ini, kami telah melayani total 13.184 penerbangan, tumbuh 4,7 persen dibandingkan 2025 dan 5,6 persen dibandingkan 2019,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pergerakan penumpang yang mencapai puncaknya pada 14 Maret 2026, dengan prediksi awal 177.000 orang yang akhirnya direalisasikan menjadi 184.000 penumpang. “Dan pada 18 Maret (D-3), realisasi mencapai 190.000 penumpang,” tambahnya.

Untuk mendukung perjalanan yang lancar, InJourney Airports telah menyediakan berbagai moda transportasi, seperti bus antar-jemput yang beroperasi 24 jam. Sementara itu, Skytrain beroperasi hingga pukul 23.00 WIB karena memerlukan waktu lima jam untuk pemeliharaan harian.

“Kami tidak pernah mengurangi kesiapan personel; jumlah tetap sama seperti saat arus mudik. Namun, fokus kami selama arus balik ini bergeser ke area kedatangan, mulai dari klaim bagasi hingga moda transportasi. Ini berbeda dengan arus mudik yang lebih fokus pada area keberangkatan, termasuk tempat parkir, loket check-in, dan ruang tunggu boarding,” jelasnya.

Dengan adanya prediksi puncak arus balik ini, penting bagi penumpang untuk mempersiapkan perjalanan mereka dengan baik agar dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan lancar. Bandara Soekarno-Hatta terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk semua pengunjungnya.