OJK: Investasi Dana Pensiun Capai Rp399,27 Triliun per Januari 2026

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa total investasi industri dana pensiun sukarela per Januari 2026 mencapai Rp399,27 triliun, mengalami kenaikan sebesar 7,61% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/YoY). Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam sektor dana pensiun di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers RDKB OJK yang berlangsung di Jakarta pada bulan Februari 2026. Menurut Ogi, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi porsi investasi ini, mencapai Rp154,32 triliun atau sekitar 38,65% dari total investasi.

Komposisi Investasi Dana Pensiun

Lebih lanjut, Ogi menjelaskan bahwa komposisi investasi dana pensiun terdiri dari berbagai instrumen. Deposito menyumbang Rp109,94 triliun, setara dengan 27,04%, sementara investasi pada saham tercatat sebesar Rp22,53 triliun atau 5,64%. Adapun penempatan dana investasi pada Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp2,92 triliun, yang hanya berkontribusi sekitar 0,73% dari total investasi.

Ogi menjelaskan bahwa penurunan penempatan pada SRBI terjadi akibat adanya instrumen yang jatuh tempo dan diinvestasikan kembali ke instrumen lainnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengoptimalkan portofolio dan pengelolaan likuiditas, termasuk pengalihan ke SBN dan deposito.

Pengaruh Deposito dan Likuiditas

Peningkatan penempatan dana pada deposito juga dipengaruhi oleh kebutuhan untuk menjaga likuiditas, tingkat suku bunga yang masih kompetitif, serta karakteristik kewajiban jangka pendek, terutama pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang pesertanya cenderung memilih instrumen pasar uang. Ogi menegaskan bahwa perubahan komposisi investasi ini lebih mencerminkan strategi pengelolaan risiko aset dan liabilitas, bukan merupakan pergeseran struktural akibat kebijakan tertentu.

Return on Investment (ROI) yang Stabil

Ogi juga mengungkapkan bahwa Return on Investment (ROI) untuk dana pensiun sukarela hingga Desember 2025 tercatat sebesar 8,17%. Sementara itu, pada Januari 2026, ROI tercatat mencapai 0,31% jika dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/MtM). Ogi menilai capaian ROI ini mencerminkan strategi pengelolaan yang konservatif, yang tentunya berorientasi pada kesinambungan pemenuhan kewajiban jangka panjang bagi peserta dana pensiun.

Dampak Investasi Dana Pensiun di Indonesia

Dengan meningkatnya investasi dana pensiun, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain meningkatkan likuiditas di pasar keuangan, investasi ini juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor lainnya yang membutuhkan pembiayaan. Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam menghadapi perekonomian global yang tidak menentu.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pertumbuhan investasi dana pensiun yang tercatat oleh OJK menjadi sinyal positif bagi industri keuangan Indonesia. Dengan komposisi investasi yang beragam dan strategi pengelolaan yang hati-hati, dana pensiun diharapkan akan mampu memenuhi kewajibannya kepada peserta dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Penukaran Uang Tunai di NTB Mencapai Rp19,9 Miliar Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan 2026, penukaran uang tunai di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mencapai angka signifikan, yaitu Rp19,9 miliar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Hario K. Pamungkas, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Hario, angka tersebut merupakan hasil dari termin pertama penukaran uang yang dilakukan oleh BI dan perbankan. Layanan ini akan terus berlanjut dan diperkirakan akan meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kami telah menyediakan layanan penukaran uang di 85 titik, dan kas keliling sudah dilakukan sebanyak empat kali,” ujarnya.

Peningkatan Layanan dan Ketersediaan Uang

Pada termin kedua, kas keliling dijadwalkan berlangsung dua kali pada 3 dan 4 Maret 2026, sedangkan layanan bersama BI dan perbankan akan kembali diadakan pada 18 Maret 2026. Selain itu, akan ada layanan terpadu di Islamic Centre dari tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.

Untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup, KPwBI Prov. NTB telah menyiapkan uang Rupiah sebesar Rp3,3 triliun. Hario menjelaskan bahwa beberapa faktor yang mendorong peningkatan kebutuhan uang di masyarakat antara lain adalah pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, POLRI, serta sektor swasta. Selain itu, pencairan bantuan sosial dan meningkatnya aktivitas ekonomi akibat mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan selama libur panjang juga berkontribusi terhadap kebutuhan ini.

Proyeksi Nasional dan Strategi BI

Secara nasional, proyeksi kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Idulfitri 2026 mencapai Rp185,6 triliun, meningkat 15,1% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp161 triliun. Hario menekankan pentingnya ketersediaan uang yang tidak hanya dalam jumlah yang cukup, tetapi juga pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar.

Dalam program Serambi, Hario mengungkapkan tiga fokus utama yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pertama, menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan berkualitas. Kedua, memastikan layanan Rupiah dapat menjangkau masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) yang sulit dijangkau oleh layanan perbankan. Untuk itu, BI bekerja sama dengan perbankan untuk membuka layanan penukaran di jaringan kantor cabang.

Ketiga, BI juga berfokus pada edukasi masyarakat mengenai penggunaan uang Rupiah melalui program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali keaslian Rupiah, cara merawat uang, serta belanja bijak menggunakan Rupiah.

Dampak bagi Masyarakat

Peningkatan penukaran uang tunai selama Ramadan ini tentunya berdampak positif bagi masyarakat NTB. Dengan ketersediaan uang yang cukup, diharapkan aktivitas ekonomi selama bulan suci dapat meningkat, mendukung berbagai transaksi yang terjadi di masyarakat. Selain itu, edukasi mengenai penggunaan uang yang bijak diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai uang Rupiah.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penukaran uang tunai di NTB selama Ramadan 2026 menunjukkan angka yang sangat menggembirakan. Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dan perbankan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas Rupiah, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam menjalankan aktivitas ekonomi, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Diskon Transportasi Mudik Diharapkan Menaikkan Okupansi Hotel

Bisnis pariwisata di Indonesia sedang menghadapi tantangan besar di tengah gejolak global, terutama menjelang mudik lebaran Idulfitri 2026. Pelaku usaha berharap insentif berupa diskon transportasi yang diberikan pemerintah dapat meningkatkan pergerakan wisatawan dan tingkat penghunian kamar hotel.

Pada Kamis (5/3/2026), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, menyampaikan bahwa momen lebaran biasanya diikuti dengan lonjakan jumlah wisatawan domestik, terutama di destinasi wisata unggulan. “Dengan berbagai insentif yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan pergerakan wisatawan dapat meningkat dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Alan, panggilan akrabnya.

Namun, situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah, terutama serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, memicu kekhawatiran akan dampak terhadap sektor pariwisata Indonesia. Alan menekankan bahwa situasi tersebut dapat menyebabkan kenaikan harga barang, yang berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mengurangi minat berwisata.

Konflik ini tidak hanya berdampak pada wisatawan domestik. Wisatawan mancanegara juga mungkin mengalami penurunan dalam kunjungan ke Indonesia akibat penutupan penerbangan yang melewati jalur konflik dan meningkatnya biaya perjalanan. “Dampaknya sangat terasa, terutama bagi destinasi seperti Bali yang menjadi favorit wisatawan Eropa dan Timur Tengah,” ungkap Alan.

PHRI berharap adanya kolaborasi yang erat antara pelaku pariwisata dan pemerintah untuk mengatasi potensi masalah yang muncul akibat situasi perang serta momentum lebaran Idulfitri. Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan okupansi hotel yang selama ini menjadi tulang punggung industri pariwisata.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat penghunian kamar hotel bintang di Indonesia mengalami penurunan pada Januari 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa okupansi tercatat sebesar 47,53%, turun 8,59 poin dari bulan sebelumnya. Penurunan ini juga terjadi secara tahunan, yaitu 0,85 poin.

Ateng menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berakhirnya musim liburan Natal dan Tahun Baru pada Desember 2025, serta faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi keinginan wisatawan untuk berlibur. Seluruh provinsi di Indonesia mengalami penurunan dalam okupansi hotel bintang pada bulan tersebut.

Secara keseluruhan, meskipun diskon transportasi mudik diharapkan dapat memberikan dorongan bagi sektor pariwisata, situasi global yang tidak stabil dan dampaknya terhadap ekonomi domestik menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi bersama. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan sektor pariwisata Indonesia dapat bangkit dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Ferrari Perkuat Strategi Pasar Mobil Mewah di Indonesia

Jakarta, Bisnis.com — PT Eurokars Prima Utama (EPU), agen pemegang merek resmi Ferrari di Indonesia, tengah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat posisinya di pasar mobil mewah. Dengan kondisi pasar yang masih diwarnai ketidakpastian, EPU berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan sebagai langkah utama.

General Manager PT Eurokars Prima Utama, Nini Chiandra, menjelaskan bahwa pendekatan aktif dalam pemasaran menjadi pilihan yang realistis untuk mempertahankan minat konsumen. “Strategi kami adalah berusaha lebih aktif. Jika biasanya kami menghubungi 10 calon pelanggan, sekarang kami ingin menjangkau 100 calon pelanggan. Intinya, kami tidak akan menyerah, apapun kondisi pasar,” ungkap Nini di Jakarta.

Memperkenalkan Layanan Mobil Bekas Ferrari Approved

Selain fokus pada penjualan mobil baru, Ferrari juga meluncurkan layanan Ferrari Approved, yang merupakan program sertifikasi untuk mobil bekas. Program ini bertujuan untuk menjamin kualitas dan standar tinggi dari setiap unit yang dijual kepada konsumen. Setiap mobil bekas yang termasuk dalam program ini akan melalui pemeriksaan menyeluruh dengan 201 titik inspeksi yang dilakukan oleh teknisi khusus Ferrari, memastikan bahwa kondisi kendaraan tetap memenuhi standar pabrikan.

Setelah lolos sertifikasi, mobil bekas tersebut akan mendapatkan garansi resmi selama 12 bulan, berlaku untuk kendaraan berusia hingga 15 tahun dan dengan batas jarak tempuh maksimal 120.000 kilometer. Garansi ini mencakup berbagai komponen utama kendaraan, dan Ferrari juga menawarkan opsi perpanjangan garansi hingga kendaraan berusia 16 tahun. Selain itu, calon pelanggan dapat menemukan unit Ferrari pra-pemilikan melalui platform digital resmi Ferrari, serta melakukan personalisasi sesuai preferensi mereka.

Tantangan Global dan Dampaknya di Indonesia

Nini Chiandra juga menyoroti tantangan yang dihadapi pasar mobil mewah, yaitu dinamika global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah. Dia mengingatkan bahwa konflik antara Iran dan Israel, yang melibatkan Amerika Serikat, dapat berdampak luas terhadap berbagai sektor, termasuk industri otomotif dan energi.

“Ketidakpastian global dapat mempengaruhi perekonomian domestik. Sebagian besar pelanggan kami berasal dari kalangan pelaku usaha, yang lebih rentan terhadap gejolak ekonomi. Meskipun kami belum merasakan dampaknya secara langsung, kami berharap situasi ini tidak berkembang lebih jauh,” jelas Nini.

Kekuatan Citra Merek Ferrari di Indonesia

Walaupun ada tantangan, Nini yakin bahwa citra merek Ferrari yang sudah kuat di masyarakat Indonesia menjadi modal penting untuk menjaga minat konsumen. “Kami memiliki kekuatan dari sisi citra merek yang telah terbangun dengan baik. Hal ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk tetap berupaya menarik konsumen di segmen kendaraan mewah,” pungkasnya.

Dengan berbagai strategi yang diterapkan, Ferrari berupaya untuk tetap eksis dan berkembang di pasar otomotif Indonesia, meskipun di tengah tantangan yang ada. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk terus menarik perhatian konsumen dan memperkuat posisinya sebagai salah satu merek mobil mewah terkemuka di tanah air.

Majelis Rasulullah Desak Prabowo Tinjau Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian

Jakarta – Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Majelis Rasulullah meminta agar pemerintah Indonesia meninjau kembali keanggotaan negara ini di Dewan Perdamaian Gaza (BoP). Seruan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Pusat, Nabiel Al Musawa, sebelum agenda buka puasa bersama di Istana Negara pada Kamis, 5 Maret 2026.

Nabiel menjelaskan bahwa diskusi dalam buka puasa tersebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat Islam, pimpinan pondok pesantren, dan mubaligh, yang akan membahas langkah-langkah strategis terkait situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan, terutama konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, muncul desakan dari berbagai pihak agar Indonesia mempertimbangkan untuk keluar dari keanggotaan BoP. Menurut Nabiel, peran Dewan Perdamaian dinilai kurang efektif di tengah konflik yang terus berkecamuk.

“Kami merasa keberadaan BoP kurang efektif. Oleh karena itu, mungkin Presiden perlu meninjau ulang keanggotaan ini, dan jika memungkinkan, lebih baik jika kita mengundurkan diri,” ungkap Nabiel di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyampaikan seruan serupa, mendesak pemerintah untuk segera keluar dari keanggotaan BoP. MUI menyoroti bahwa AS, sebagai pencetus Dewan Perdamaian untuk Palestina, justru berperan dalam memicu ketegangan dan konflik di Timur Tengah. Mereka meragukan efektivitas BoP dalam mencapai tujuan perdamaian yang diharapkan.

Serangan antara Iran dan Israel-AS dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang menyebutkan pentingnya melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.

“MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari BoP, karena kami menilai kurangnya efektivitas dalam mewujudkan kemerdekaan sejati untuk Palestina,” tambah MUI dalam tausiyah yang dikeluarkan pada 1 Maret 2026.

Tausiyah ini tercantum dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, dan Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan. MUI juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang terdampak oleh serangan AS dan Israel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa semua diskusi terkait BoP saat ini ditunda hingga situasi di Timur Tengah lebih stabil. “Saat ini, semua perhatian terfokus pada situasi di Iran. Diskusi mengenai BoP on hold, dan kami terus berkoordinasi dengan negara-negara di Teluk yang juga terpengaruh oleh konflik ini,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan.

Dengan berbagai desakan ini, tampaknya keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza menjadi isu yang semakin relevan dan perlu diperhatikan oleh pemerintah, terutama dalam konteks situasi regional yang sedang memanas.

BCA Salurkan Kredit Rp948,95 Triliun per Januari 2026, Naik 6,26%

Jakarta, Bisnis.com – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengumumkan bahwa penyaluran kreditnya mencapai Rp948,95 triliun per Januari 2026, meningkat 6,26% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp893,02 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan kinerja yang positif dan menjadi salah satu indikator dukungan BCA terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan Kredit BCA Berdasarkan Segmen

Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, penyaluran kredit dilakukan secara selektif dan hati-hati, mencakup berbagai sektor ekonomi. “Kredit BCA mengalami pertumbuhan 6,3% YoY mencapai Rp949 triliun per Januari 2026,” ungkap Hera dalam keterangannya pada Kamis (5/3/2026).

Dari segmen kredit, Hera menyoroti bahwa kredit usaha tumbuh signifikan sebesar 9,9% YoY, mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Hal ini sejalan dengan komitmen BCA untuk mendukung perkembangan dunia usaha di Indonesia.

Penyebaran Kredit ke Berbagai Sektor

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke sejumlah sektor, meliputi manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan sektor rumah tangga. Hera juga menegaskan bahwa dalam penyaluran kredit, BCA selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin, sambil mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan debitur berdasarkan aktivitas usaha mereka.

“Kami menargetkan pertumbuhan total kredit di tahun 2026 sebesar 8% hingga 10%,” tambahnya.

Tren Kredit Perbankan di Indonesia

Dari sisi industri perbankan secara keseluruhan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh sebesar 9,96% YoY menjadi Rp8.557 triliun, naik dari pertumbuhan 9,63% YoY pada Desember 2025. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh kredit dari bank-bank milik negara (BUMN) yang mengalami peningkatan sebesar 13,43% YoY.

Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, rasio Non-Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan, dari 2,05% pada Desember 2025 menjadi 2,14% pada Januari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kredit tumbuh, perhatian terhadap kualitas aset tetap penting.

Tantangan di Masa Depan

Menurut M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, meskipun pertumbuhan kredit tetap tinggi, kenaikan NPL menunjukkan perlunya manajemen risiko yang hati-hati. “Industri perbankan harus menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas aset untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan inklusif,” katanya.

Rizal menekankan bahwa pertumbuhan kredit tidak hanya harus tinggi dalam nominal, namun juga harus mampu mendukung pemulihan ekonomi yang lebih luas dan inklusif di Indonesia.

Kesimpulan

Dengan pencapaian penyaluran kredit yang signifikan, BCA menunjukkan perannya sebagai salah satu pilar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, tantangan kualitas aset tetap menjadi perhatian utama bagi industri perbankan, yang harus diatasi melalui manajemen risiko yang baik agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya tinggi, tetapi juga berkelanjutan.

Peluang Ekspor Indonesia di Tengah Ketegangan Global

Jakarta, Bisnis.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia menilai bahwa ketegangan geopolitik global, termasuk potensi penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz, menciptakan peluang baru bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisi dalam peta perdagangan internasional.

Di tengah ancaman gangguan rantai pasok, pemerintah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjadi garda terdepan dalam mengisi kekosongan pasokan di berbagai negara. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa saat ketegangan geopolitik mempengaruhi rantai pasok global, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya di perdagangan internasional.

Strategi Pemerintah Menghadapi Krisis Geopolitik

“Ketika terjadi krisis geopolitik, biasanya peta perdagangan akan berubah. Jika rantai pasok global terganggu, otomatis ada negara yang mengalami hambatan dalam ekspor dan impor,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026).

Menurut Budi, gangguan pada rantai pasok yang diakibatkan oleh krisis geopolitik dapat menimbulkan kekosongan pasokan di sejumlah pasar negara lain. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas pasar dan memenuhi kebutuhan yang sebelumnya dipenuhi oleh negara pemasok lain.

Contoh Program Business Matching

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah program business matching yang melibatkan UMKM, yang kini mulai menunjukkan hasil. Pada bulan Januari, transaksi yang terjadi mencapai 4 juta, dan pada bulan Februari, Kemendag telah memetakan negara-negara yang mengalami kekosongan pasokan akibat krisis global, seperti di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.

Budi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk cermat membaca peluang pasar tersebut. Kemendag juga akan melakukan survei untuk memastikan negara atau kawasan yang mengalami gangguan pasokan sehingga produk Indonesia dapat menjadi target ekspor baru.

Peran UMKM dalam Ekspansi Pasar

Pemerintah menekankan pentingnya peran UMKM dalam situasi ini. Dengan karakteristik yang lebih fleksibel, UMKM diharapkan dapat cepat beradaptasi dan masuk ke pasar-pasar baru dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini diharapkan dapat membantu memanfaatkan peluang yang muncul akibat terganggunya rantai pasok global.

“Kami mendorong pelaku UMKM untuk berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan situasi ini dan menggali potensi pasar baru,” tambah Budi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Kesimpulan

Dinamika geopolitik global yang memanas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari pelaku UMKM, diharapkan Indonesia dapat mengisi kekosongan pasokan di pasar internasional dan memperkuat posisinya di dunia perdagangan.

Warisan Wastra Melayu Dukung Perekonomian Perempuan Riau

Bisnis.com, JAKARTA – Warisan budaya Melayu yang kaya di Riau semakin menunjukkan dampaknya tidak hanya dalam pelestarian tradisi, tetapi juga dalam penguatan perekonomian masyarakat, terutama perempuan. Wastra Melayu, termasuk batik dan tenun, kini menjadi simbol ketekunan dan kekuatan komunitas dalam mempertahankan identitas budaya.

Rumah Batik Andalan: Pemberdayaan Perempuan Melalui Karya

Sejak tahun 2015, Rumah Batik Andalan yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, telah berperan sebagai pusat pelatihan dan kreativitas bagi ibu rumah tangga. Program ini menawarkan pelatihan teknis membatik, bimbingan usaha, serta akses untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

Melalui inisiatif ini, para perajin mulai menemukan identitas batik khas Pelalawan. Motif-motif yang dihasilkan, seperti Motif Bono, terinspirasi dari fenomena Ombak Bono di Sungai Kampar, mencerminkan semangat masyarakat Riau dalam beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan akar budayanya. Dengan demikian, Rumah Batik Andalan tidak hanya memperkuat keterampilan, tetapi juga mendorong kreativitas masyarakat.

Selain motif Bono, Rumah Batik Andalan juga memproduksi motif lain seperti Akasia, Eukaliptus, Timun Suri, dan Lakum, yang semuanya merefleksikan kekayaan budaya dan alam setempat. Produk batik yang dihasilkan, mulai dari batik cap hingga batik tulis dengan pewarna alami, memiliki harga yang bervariasi antara Rp200.000 hingga Rp500.000, tergantung dari kerumitan motifnya. Kualitas produk yang dihasilkan bahkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang menunjukkan peningkatan kompetensi perajin lokal.

Rumah Tenun Pulau Payung: Menghidupkan Tradisi dan Membuka Peluang

Di sisi lain, Rumah Tenun Pulau Payung yang didirikan pada tahun 2024 juga menjadi sorotan. Berawal dari inisiatif perempuan perajin yang ingin menghidupkan kembali keterampilan menenun, usaha ini berkembang menjadi unit usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Setiap perajin di Rumah Tenun Pulau Payung mampu memproduksi tujuh hingga delapan lembar kain per bulan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Teknik menenun yang digunakan tetap memperhatikan tradisi, menghasilkan karya tangan yang unik dan penuh karakter. Motif yang diangkat, seperti Siku Awan, Siku Tunggal, dan Tampuk Manggis, sarat dengan makna dan filosofi Melayu. Produk kain yang dihasilkan juga bervariasi, mulai dari kain atasan hingga selendang dengan harga berkisar antara Rp300.000 hingga Rp900.000.

Untuk mendukung keberlanjutan, Rumah Tenun Pulau Payung juga memanfaatkan benang viscose yang terbuat dari serat terbarukan. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan kebutuhan modern tanpa mengesampingkan tekniknya yang sudah ada.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Inisiatif pemberdayaan perempuan melalui wastra Melayu ini merupakan bagian dari komitmen APRIL Group dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Komitmen ini sejalan dengan visi APRIL2030, yang bertujuan untuk menghapus kemiskinan ekstrem dalam radius 50 km dari wilayah operasional perusahaan.

Melalui berbagai intervensi seperti pengembangan UMKM dan penyediaan mata pencaharian alternatif, APRIL berupaya menciptakan peluang ekonomi yang inklusif. Dengan demikian, wastra Melayu tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya perempuan di Riau.

Kesimpulan

Warisan wastra Melayu di Riau tidak hanya membawa nilai budaya yang tinggi tetapi juga memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Melalui inisiatif-inisiatif seperti Rumah Batik Andalan dan Rumah Tenun Pulau Payung, perempuan di Riau mendapatkan kesempatan untuk berdaya dan berkontribusi secara ekonomi, sehingga memperkuat posisi mereka dalam masyarakat. Pemberdayaan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi yang inklusif.

Floral Flavors like Lavender and Hibiscus Blooming in 2025 Drink Menus

Embracing Floral Delights in Beverages

In the ever-evolving landscape of drink menus, the year 2025 is set to witness a surge in the popularity of floral flavors like lavender and hibiscus. These botanical ingredients are making their way into beverage offerings, adding a unique and aromatic twist to traditional drinks. From craft cocktails to specialty teas, floral flavors are set to bloom and captivate the palates of consumers across the globe.

The Rise of Lavender and Hibiscus

Lavender and hibiscus are two floral varieties that have long been used in culinary applications for their distinctive flavors and aromas. In 2025, these botanicals are taking center stage in the world of beverages, offering a refreshing and fragrant alternative to standard drink options.

Hibiscus, known for its tart and slightly sweet taste, adds a vibrant red hue to drinks, making it visually appealing as well. Its floral and citrusy notes provide a refreshing and invigorating experience for the taste buds. Lavender, on the other hand, brings a delicate floral aroma and a hint of sweetness to beverages, creating a sense of tranquility and elegance in each sip.

Incorporating Floral Flavors in Drink Menus

Bartenders and mixologists are increasingly experimenting with floral flavors like lavender and hibiscus to craft innovative and captivating drink recipes. From lavender-infused cocktails to hibiscus-flavored teas, these botanical ingredients are being used to elevate the drinking experience and offer a new dimension of taste.

Restaurants, cafes, and bars are adding floral-inspired drinks to their menus, catering to customers looking for unique and sophisticated beverage options. Whether it’s a lavender lemonade, a hibiscus iced tea, or a floral-infused mocktail, these drinks are set to become the highlight of 2025 drink menus.

Benefits of Floral Flavors in Beverages

The incorporation of lavender and hibiscus in drink menus brings a range of benefits for both consumers and establishments. These floral flavors not only add a touch of elegance and sophistication to beverages but also offer various health benefits. Lavender is known for its calming properties, while hibiscus is rich in antioxidants and is believed to promote heart health.

By including floral flavors in their offerings, establishments can attract a wider audience and cater to the growing demand for unique and Instagram-worthy drinks. Consumers, on the other hand, can enjoy a refreshing and aromatic beverage experience that tantalizes the senses and leaves a lasting impression.

Joining the Floral Trend

As floral flavors like lavender and hibiscus continue to gain popularity in the beverage industry, now is the perfect time to embrace this blooming trend. Whether you’re a fan of floral-infused cocktails, botanical teas, or floral mocktails, there’s something for everyone to enjoy in the world of floral beverages.

So, why not explore the enchanting world of floral flavors and treat yourself to a delightful and fragrant drink experience? Head to your favorite bar, cafe, or restaurant and indulge in the beauty of lavender and hibiscus-infused beverages that are set to captivate your taste buds and elevate your drinking experience.

For more information on floral flavors like lavender and hibiscus blooming in 2025 drink menus, visit The Spudnut Shop.

References:
1. The Spruce Eats – Floral Cocktails for Spring
2. Food & Wine – Lavender Cocktails
3. Serious Eats – Hibiscus Recipes

The Global Obsession with Pistachio Flavored Pastries and Beverages

Introduction

Pistachio flavor has gained immense popularity in pastries and beverages worldwide. This unique nutty taste has captured the taste buds of many consumers, driving a global obsession with pistachio-infused treats.

The Rise of Pistachio Flavor

The use of pistachio flavor in pastries and beverages has surged in recent years, becoming a trend in the culinary world. The distinct taste of pistachios adds a rich and savory element to various creations, making them a favorite among food enthusiasts.

Versatility in Pastries and Beverages

Pistachio flavor is incredibly versatile, lending itself well to a wide range of pastries and beverages. From creamy pistachio macarons to refreshing pistachio iced lattes, the possibilities are endless when it comes to incorporating this flavor into culinary delights.

Health Benefits of Pistachios

In addition to their delicious taste, pistachios also offer various health benefits. They are packed with nutrients like protein, fiber, and antioxidants, making them a nutritious choice for those looking to indulge in a guilt-free treat.

For more information on the global obsession with pistachio flavored pastries and beverages, visit The Spudnut Shop.

Conclusion

The global obsession with pistachio flavored pastries and beverages shows no signs of slowing down. With their unique taste and numerous health benefits, pistachios have become a staple ingredient in many kitchens around the world. Whether you’re a foodie looking to try something new or a health-conscious individual seeking a tasty treat, pistachio-flavored creations are definitely worth exploring.